Mutaqin, Ai (2025) PERBANDINGAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN 1987 DAN MANUAL DESAIN PERKERASAN 2017 RUAS JALAN RAYA CIKONENG. Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (170kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (121kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (168kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (242kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (135kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (262kB)
7. BAB 1.pdf
Download (176kB)
8. BAB 2.pdf
Download (1MB)
9. BAB 3.pdf
Download (719kB)
10. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
11. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (233kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (173kB)
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Ruas Jalan Raya Cikoneng merupakan salah satu jalur arteri primer yang memiliki peranan penting sebagai penghubung antar wilayah di Kabupaten Ciamis dan sekitarnya. Peningkatan volume lalu lintas setiap tahun, khususnya dari kendaraan berat, serta masih ditemukannya praktik overloading menyebabkan perkerasan jalan pada ruas tersebut mengalami penurunan kinerja seperti retak, deformasi, dan kerusakan struktural. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan tebal perkerasan yang tepat dan efisien dengan mempertimbangkan kondisi tanah dasar dan beban lalu lintas aktual. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tebal perkerasan lentur menggunakan dua metode perencanaan, yaitu Metode Analisa Komponen 1987 dan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2017, serta membandingkan efektivitas kedua metode tersebut. Metode penelitian meliputi pengumpulan data lalu lintas dengan LHR sebesar 22.800 kendaraan/hari, perhitungan pertumbuhan lalu lintas sebesar 4,8% per tahun, penentuan nilai ESA⁵ sebesar 111.487.938,8, serta pengujian tanah dasar dengan nilai CBR rata-rata 9,8% (kategori SG-5). Perencanaan perkerasan dilakukan sesuai prosedur masing-masing metode. Hasil analisis menunjukkan bahwa Metode Analisa Komponen menghasilkan tebal total perkerasan sebesar ±62,5 cm, sedangkan MDPJ 2017 menghasilkan tebal ±64,5 cm dengan susunan lapis AC-WC, AC-BC, AC-Base, dan LPA Kelas A. Perbedaan ketebalan tidak terlalu signifikan, namun MDPJ 2017 memberikan struktur yang lebih kuat secara mekanistik dan lebih sesuai dengan kondisi lalu lintas berat di Pulau Jawa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Metode MDPJ 2017 lebih representatif dan memberikan hasil desain yang lebih andal dibandingkan Metode Analisa Komponen 1987. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perencanaan perkerasan jalan nasional di masa mendatang.
Kata Kunci: Perkerasan Lentur, Analisa Komponen 1987, MDPJ 2017, ESA, CBR, Jalan Nasional.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 04:52 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 04:52 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6353 |
