NURZAKIYAH, SRI NANDA (2025) THE TEACHER’S ORAL CORRECTIVE FEEDBACK ON THE STUDENTS’ ENGLISH MISPRONUNCIATION: FOCUSING ON THE STUDENTS’ PERCEPTIONS. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (176kB)
2. APPROVAL SHEET.pdf
Download (112kB)
3. EXAMINER PAGE.pdf
Download (94kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (85kB)
5. PERSONAL PAGE (MOTTO).pdf
Download (163kB)
6. ABSTRAK.pdf
Download (168kB)
7. PREFACE.pdf
Download (88kB)
8. ACKNOWLEDGEMENT.pdf
Download (150kB)
9. TABLE OF CONTENTS.pdf
Download (99kB)
10. CHAPTER 1.pdf
Download (172kB)
12. CHAPTER 3.pdf
Download (121kB)
11. CHAPTER 2.pdf
Download (192kB)
13. CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (321kB)
14. CHAPTER 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (90kB)
15. REFERENCES.pdf
Download (99kB)
16. ENCLOSURES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (793kB)
17. BIOGRAPHY.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (98kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi siswa sekolah menengah terhadap umpan balik korektif lisan (oral corrective feedback/OCF) yang diberikan guru terhadap kesalahan pengucapan bahasa Inggris dalam konteks pembelajaran EFL di Indonesia. Menggunakan desain studi kasus deskriptif, empat siswa kelas X dipilih melalui purposive sampling berdasarkan keaktifan dan pengalaman mereka menerima OCF terkait pengucapan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Temuan penelitian menunjukkan empat tema utama: (1) Siswa Mengenali Berbagai Jenis Umpan Balik Korektif Lisan Guru, (2) Koreksi Eksplisit dan Repetisi sebagai Umpan Balik Paling Menguatkan, (3) Dampak Emosional Negatif dari Koreksi Eksplisit, dan (4) Preferensi Siswa terhadap Umpan Balik Pengucapan yang Jelas dan Mendukung. Siswa menilai koreksi eksplisit dan repetisi sebagai strategi yang paling membantu dalam meningkatkan pengucapan karena keduanya meningkatkan kesadaran, kepercayaan diri, serta pembentukan kebiasaan baru. Namun, beberapa siswa juga merasakan gugup, malu, dan kehilangan fokus ketika dikoreksi secara langsung di depan teman sebaya. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pemberian koreksi yang jelas dengan sensitivitas emosional agar pembelajaran pengucapan lebih efektif. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengajaran pengucapan dan memperkaya pemahaman tentang OCF dalam pembelajaran EFL tingkat sekolah menengah.
Kata Kunci: Kesalahan Pengucapan, Koreksi Eksplisit, Persepsi Siswa, Repetisi, Umpan Balik Korektif Lisan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | P Language and Literature > PE English |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Inggris |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 07:33 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 07:33 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/5704 |
