Nugraha, Septian (2025) MARKETING POLITIK CECEP-ASEP DALAM PSU (PEMUNGUTAN SUARA ULANG) PILKADA KABUPATEN TASIKMALAYA 2025. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (133kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (107kB)
3. PERNYATAAN.pdf
Download (114kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (203kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (139kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (174kB)
7. BAB I.pdf
Download (204kB)
8. BAB II.pdf
Download (373kB)
9. BAB III.pdf
Download (246kB)
10. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
11. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (171kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (184kB)
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (964kB)
Abstract
Pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan wujud nyata demokrasi pasca-Reformasi di Indonesia. Namun, dalam praktiknya, Pilkada tidak selalu berjalan mulus. Salah satu kasus yang menarik perhatian adalah Pilkada Kabupaten Tasikmalaya tahun 2024 yang berujung pada putusan Mahkamah Konstitusi untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi marketing politik pasangan Cecep-Asep dalam menghadapi PSU tersebut. Penulis menggunakan teori marketing politik Adman Nursal yang membagi strategi ke dalam tiga pendekatan: push marketing (pendekatan langsung kepada pemilih), pull marketing (pembentukan citra dan opini melalui media massa dan media sosial), serta pass marketing (pemanfaatan pihak ketiga seperti tokoh masyarakat dan partai politik pendukung). Teori ini dipilih karena dinilai mampu menggambarkan secara utuh praktik kampanye yang dijalankan di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan utama berasal dari tim sukses, perwakilan partai pengusung, dan masyarakat pemilih. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian tentang marketing politik, khususnya dalam konteks pemilihan ulang di tingkat lokal. asil penelitian menunjukkan bahwa strategi push marketing dan pass marketing merupakan faktor paling dominan dalam menggerakkan dukungan masyarakat terhadap pasangan Cecep–Asep. Push marketing berupa kunjungan langsung ke masyarakat, kehadiran pada kegiatan sosial dan keagamaan, serta interaksi tatap muka terbukti efektif membangun kedekatan emosional dengan pemilih. Sementara itu, pass marketing melalui dukungan tokoh pesantren, jaringan ulama, serta konsolidasi partai politik seperti PPP dan Gerindra memberikan legitimasi kuat yang memengaruhi preferensi politik masyarakat. Jaringan sosial keagamaan di wilayah Manonjaya dan Cigalontang menjadi faktor kunci yang memperkuat penyebaran pengaruh melalui tokoh agama. Sebaliknya, pull marketing tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan dukungan elektoral. Citra pasangan Cecep–Asep yang disebarkan melalui media sosial dan konten digital tidak memiliki jangkauan yang luas karena karakteristik pemilih Tasikmalaya yang lebih responsif terhadap komunikasi langsung dan arahan ulama dibandingkan pesan politik berbasis media.
Kata Kunci: Marketing Politik, PSU, Pilkada, Cecep-Asep,Kabupaten Tasikmalaya
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 06:16 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 06:16 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6179 |
