JIVANI, PUTRI (2026) HUBUNGAN INDEKS GLIKEMIK MAKANAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TIPE 2 (Studi Observasional di Poli Dalam UPTDK RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya). Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (446kB)
2. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (496kB)
3., HALAMAN PENGESAHAN .pdf
Download (124kB)
4. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (420kB)
5. DAFTAR ISI.pdf
Download (624kB)
6. PERNYATAAN .pdf
Download (98kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (408kB)
8. ABSTRAK INDONESIA DAN INGGRIS.pdf
Download (515kB)
9. BAB I.pdf
Download (531kB)
10. BAB II.pdf
Download (782kB)
11. BAB III.pdf
Download (854kB)
12. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (621kB)
13. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (558kB)
14. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (406kB)
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (739kB)
16. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Diabetes melitus menjadi salah satu gangguan metabolik yang bermanifestasi pada tingginya kadar glukosa darah karena penurunan kerja pankreas untuk mengeluarkan hormon insulin atau tidak mampu mengeluarkannya sama sekali. Faktor yang memengaruhi kadar glukosa darah diantaranya yaitu pola hidup yang tidak sehat. Penelitian bertujuan guna mendapat kesimpulan terkait hubungan indeks glikemik makanan dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Poli Dalam UPTDK RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Desain yang diterapkan untuk analisis yaitu desain cross-sectional. Ketentuan subyek penelitian yaitu pasien rawat jalan dengan diagnosa diabetes melitus tipe 2 sejumlah 109 orang dengan metode purposive sampling. Instrumen yang diaplikasikan diantaranya kuesioner Food Recall, kuesioner Physical Activity Level (PAL), dan glukometer. Penelitian ini menganalisis bivariat dengan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menggambarkan bahwa sebagian besar peserta memiliki indeks glikemik sedang, aktivitas fisik sangat ringan, dan kadar glukosa darah yang tidak terkendali. Ditemukan hubungan antara indeks glikemik makanan dan kadar glukosa darah puasa dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi 0,388. Ditemukan hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah puasa dengan nilai p-value 0,000 (p<0,005) dengan nilai koefisien korelasi -0,609. Upaya agar kadar glukosa darah terkendali adalah lebih teliti memilih nilai indeks glikemik pada makanan dan melakukan aktivitas fisik untuk mencegah komplikasi. Pasien perlu memahami bahwa asupan makan yang tidak sehat disertai aktivitas yang rendah akan memperburuk kondisi diabetes melitus dan meningkatkan risiko komplikasi, terlebih pada faktor pasien dengan riwayat turunan diabetes melitus.
Kata Kunci: aktivitas fisik, diabetes melitus tipe 2, glukosa darah puasa, indeks glikemik
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Gizi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 06:30 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 06:30 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6112 |
