FEBRIANI, YAYU (2025) POTENSI MUSEUM SULTAN SULAIMAN BADRUL ALAMSYAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. Cover.pdf
Download (56kB)
2. Lembar Pengesahan.pdf
Download (522kB)
3. Lembar Pernyataan Keaslian Karya Ilmiah.pdf
Download (562kB)
4. Abstrak.pdf
Download (7kB)
5. Abstract.pdf
Download (7kB)
6. Kata Pengantar.pdf
Download (466kB)
7. Ucapan Terima Kasih.pdf
Download (7kB)
8. Daftar Isi.pdf
Download (17kB)
9. Daftar Tabel.pdf
Download (6kB)
10. Daftar Gambar.pdf
Download (6kB)
11. Daftar Lampiran.pdf
Download (106kB)
12. Bab I.pdf
Download (213kB)
13. Bab II.pdf
Download (299kB)
14. Bab III.pdf
Download (32kB)
15. Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (314kB)
16. Bab V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (12kB)
17. Daftar Pustaka.pdf
Download (12kB)
18. Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Lembar Penguji.pdf
Download (398kB)
19. Daftar Riwayat Hidup.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (126kB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh yang pandangan museum hanya sebagai tempat menyimpan dan merawat benda-benda bersejarah, atau sekadar sebagai bangunan estetis di lingkungan kota. Pandangan seperti ini membuat museum kurang diminati oleh masyarakat karena dianggap membosankan dan kuno. Kenyataannya belajar sejarah menjadi lebih menarik dan bermakna apabila dilakukan secara langsung di situs-situs bersejarah salah satunya seperti museum. Secara umum, tujuan dari pelaksanaan kegiatan edukatif di museum khususnya dalam konteks pendidikan, adalah untuk menumbuhkan daya imajinasi serta meningkatkan kepekaan peserta didik terhadap nilai-nilai historis. Melalui kunjungan ke museum, pengunjung dapat memperoleh informasi serta makna yang terkandung dalam koleksi benda-benda tersebut. Penggunaan koleksi museum dapat berfungsi sebagai pengembangan dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Berdirinya Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah dilatarbelakangi oleh pertimbangan historis bagi sejarah awal mula pendidikan di Kota Tanjungpinang dan merupakan gedung cagar budaya. (2) Koleksi yang dikelola di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah hingga tahun 2023 berjumlah 2.162 dengan klasifikasi etnografika, historika, numismatika, filologika, keremlogika, arkeologika, teknologika, dan seni rupa. Aadapun jumlah koleksi yang dimanfaatkan atau dipamerkan pada ruang pameran tetap museum berjumlah 284 koleksi. Koleksi tersebut diperoleh mulai dari tahun 2009, yaitu sejak berdirinya museum dan diperoleh dari berbagai cara yaitu hasil pencarian, hibah, proses ganti rugi, dan penitipan.(3) Koleksi yang relevan untuk dijadikan sumber belajar sejarah seperti koleksi pada masa prasejara seperti kapak batu,beliung persegi,pecahan gerabah. Adapun koleksi pada masa kolonial berupa keramik asing, kamera, gramofon, mesin ketik, alat candu dan dokumentasi berupa foto-foto lama dan arsip pada masa awal kemerdekaan. Koleksi tersebut dapat dijadikan sumber belajar sejarah menyesuaikan dengan materi kehidupan manusia purba pada masa prasejarah serta materi kolonialisme dan imperialisme di Indonesia pada mata pelajaran sejarah.
Kata Kunci : Museum, Koleksi, Sumber Belajar
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 02:50 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 02:50 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/5513 |
