NURSALINDAR, DETI (2025) ANALYZING THE LANGUAGE OF HUMOR AND WHY IT IS FUNNY IN STAND-UP COMEDY ON ‘DON’T TELL COMEDY’. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (428kB)
2. APPROVAL SHEET.pdf
Download (727kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (322kB)
4. ABSTRAK & ABSTRACT.pdf
Download (409kB)
5. PREFACE.pdf
Download (307kB)
6. ACKNOWLEDGMENTS.pdf
Download (449kB)
7. TABLE OF CONTENTS.pdf
Download (361kB)
8. CHAPTER I.pdf
Download (417kB)
9. CHAPTER II.pdf
Download (477kB)
10. CHAPTER III.pdf
Download (582kB)
11. CHAPTER IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (742kB)
12. CHAPTER V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (298kB)
13. REFERENCES.pdf
Download (430kB)
14. ENCLOSURES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
15. CURRICULUM VITAE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (186kB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa humor dan mengeksplorasi alasan mendasar yang membuat humor menjadi lucu dalam penampilan stand-up comedy “Teaching Gen Z is WILD” oleh Liz Blanc di kanal YouTube ‘Don’t Tell Comedy’. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa humor dan bagaimana hal tersebut dianggap lucu. Dengan berfokus secara khusus pada strategi humor verbal, studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menerapkan analisis isi sebagai metode utama. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen dari transkrip video, yang kemudian ditranskripsi dan dikodekan berdasarkan teori bahasa humor Berger (2017) dan teori mengapa sesuatu menjadi lucu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ironi merupakan strategi yang paling dominan, diikuti oleh penghinaan, hiperbola, satir, alusi, ejekan, senda gurau, kesalahpahaman, dan pemaknaan secara harfiah. Dalam hal alasan mengapa humor tersebut dianggap lucu, teori ketidaksesuaian, menjelaskan sebagian besar kejadian, diikuti oleh teori superioritas, kognitif, dan psikoanalitik. Temuan dari penelitian ini mengenai penggunaan bahasa humor dalam komedi tunggal di ‘Don’t Tell Comedy’ menyarankan bahwa komedian sebaiknya lebih memperhatikan strategi seperti ironi, penghinaan, hiperbola, dan satir dalam membangun kelucuan yang efektif. Teknik-teknik ini terbukti mampu meningkatkan performa komedian dan menciptakan humor melalui unsur ketidaksesuaian. Selain itu, para profesional di berbagai bidang seperti komedian, pendidik, pembuat konten digital, dan pembicara publik juga dapat menciptakan lelucon yang lebih efektif untuk mencairkan suasana dan menciptakan atmosfer yang santai dengan memahami jenis bahasa humor yang digunakan serta alasan mendasar di balik dampak komediknya.
Kata Kunci: Bahasa Humor, Komedi Tunggal, Don’t Tell Comedy.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | P Language and Literature > PE English |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Inggris |
| Depositing User: | Lelis Marsidah |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 01:44 |
| Last Modified: | 19 Dec 2025 01:44 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/3069 |
