MASTERINA, ZAHRA SAFIRA (2025) HUBUNGAN POLA SARAPAN PAGI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI (Studi pada Remaja Putri SMP Negeri 12 Kota Tasikmalaya Tahun 2025). Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (137kB)
2. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (11MB)
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (8MB)
4. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Download (199kB)
5. HALAMAN PERNYATAAN.pdf
Download (1MB)
6. KATA PENGANTAR.pdf
Download (148kB)
7. ABSTRAK INDONESIA DAN INGGRIS.pdf
Download (192kB)
8. DAFTAR ISI.pdf
Download (256kB)
9. BAB I.pdf
Download (244kB)
10. BAB II.pdf
Download (410kB)
11. BAB III.pdf
Download (420kB)
12. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (371kB)
13. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (301kB)
14. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (236kB)
16. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan gizi yang umum dialami oleh remaja putri. Masa remaja putri merupakan periode kritis karena terjadi peningkatan kebutuhan Fe akibat perubahan hormonal dan menstruasi. Kondisi ini menjadikan remaja putri rentan mengalami defisiensi Fe yang dapat berujung pada anemia. Dampak anemia pada kelompok remaja putri yaitu mudah lelah dan lemah, penurunan konsentrasi, kemampuan kognitif, prestasi belajar, serta dapat memperlemah sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mudah terserang penyakit. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah kebiasaan sarapan pagi; banyak remaja sering melewatkan sarapan, sehingga asupan gizi penting seperti energi, protein, dan Fe kurang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola sarapan pagi dengan kejadian anemia pada remaja putri SMP Negeri 12 Kota Tasikmalaya. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden sebanyak 85 remaja putri kelas VII–IX di SMP Negeri 12 Kota Tasikmalaya yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan formulir food recall 2x24 jam, kuesioner frekuensi sarapan pagi, serta Easy Touch GCHB untuk mengukur kadar hemoglobin dalam darah. Analisis data dilakukan secara univariat (distribusi frekuensi, nilai minimum, median, dan maksimum), serta bivariat menggunakan uji chi-square dan korelasi spearman rank (α=0,05). Prevalensi anemia pada responden sebesar 18,8%. tidak ditemukan hubungan signifikan antara pola sarapan pagi (kuantitas energi, protein, maupun Fe dalam sarapan pagi, kualitas dan frekuensi sarapan pagi) dengan kejadian anemia (masing-masing p>0,05). Konsumsi protein dan Fe total tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian anemia (p>0,05), meskipun 84,7% responden sarapan ≥3 kali/minggu dan 72,9% sarapan pagi dengan kualitas baik (mengandung lauk hewani sebagai sumber Fe heme). Satu-satunya variabel yang berhubungan signifikan adalah konsumsi energi total (p=0,007; r=0,289). Disimpulkan bahwa anemia lebih dipengaruhi kecukupan energi harian daripada pola sarapan. Pencegahan anemia sebaiknya fokus pada peningkatan gizi seimbang harian.
Kata Kunci: anemia, remaja putri, sarapan pagi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Gizi |
| Depositing User: | Lelis Marsidah |
| Date Deposited: | 27 Nov 2025 06:48 |
| Last Modified: | 27 Nov 2025 06:48 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/1724 |
