LUTFIAH, SITI FUJI RAHMI (2025) STUDI ETNOBOTANI DAN IN SILICO TUMBUHAN KI LEHO MERAH (Saurauia cauliflora) SEBAGAI KANDIDAT ANTIINFLAMASI UNTUK SUMBER BELAJAR BIOLOGI. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. Cover.pdf
Download (85kB)
2. Lembar Pengesahan.pdf
Download (239kB)
3. Lembar Keaslian Karya Ilmiah.pdf
Download (248kB)
4. Abstrak.pdf
Download (13kB)
5. Abstract.pdf
Download (12kB)
6. Kata Pengantar.pdf
Download (11kB)
7. Ucapan Terima Kasih.pdf
Download (16kB)
8. Daftar Isi.pdf
Download (108kB)
9. Daftar Tabel.pdf
Download (32kB)
10. Daftar Gambar.pdf
Download (55kB)
11. Daftar Lampiran.pdf
Download (38kB)
12. BAB 1.pdf
Download (122kB)
13. BAB 2.pdf
Download (536kB)
14. BAB 3.pdf
Download (2MB)
15. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
16. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (18kB)
17. Daftar Pustaka.pdf
Download (161kB)
18. Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Inflamasi adalah respons biologis terhadap infeksi atau cedera yang dapat menyebabkan komplikasi jika tidak tertangani. Obat antiinflamasi nonsteroid sering digunakan tetapi memiliki efek samping jika penggunaan jangka panjang, sehingga memerlukan obat alternatif berbasis bahan alami. Ki leho merah (Saurauia cauliflora) secara tradisional digunakan oleh masyarakat Desa Sukamukti sebagai obat luka dan pembengkakan. Namun, potensi antiinflamasinya belum teruji secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan etnobotani tumbuhan ini serta mengeksplorasi potensinya sebagai agen antiinflamasi melalui pendekatan in silico dengan teknik molecular docking. Berdasarkan hasil penelitian, analisis sifat fisikokimia menunjukan semua senyawa memenuhi hukum lipinski dan berpotensi sebagai kandidat obat antiinflamasi. Hasil analisis farmakokinetik menunjukan senyawa uji yang memiliki aktivitas penyerapan tinggi yaitu Dodecanoic acid, 3-hydroxy-, Ethyl iso-allocholate, 9,12-Octadecadienoic acid, methyl ester, (E, E)-, 11,13-Dihydroxy-tetradec-5-ynoic acid, methyl ester, kecuali Tetraacetyl-d-xylonic nitrile memiliki aktivitas penyerapan rendah. Hasil analisis toksisitas menunjukkan bahwa tiga senyawa, yaitu Ethyl iso-allocholate (5000 mg/kg), 11,13-Dihydroxy-tetradec-5-ynoic acid, methyl ester (3881 mg/kg), dan Dodecanoic acid, 3-hydroxy- (4820 mg/kg), termasuk dalam kategori toksik ringan (tingkat 5). Dua senyawa lainnya, yaitu 9,12-Octadecadienoic acid, methyl ester (20.000 mg/kg) dan Tetraacetyl-d-xylonic nitrile (7000 mg/kg), tergolong praktis tidak toksik (tingkat 6). Empat dari lima senyawa tersebut tidak bersifat hepatotoxicity, mutagenicity, carsinotoxicity, immunotoxicity dan cytotoxicity. Namun, Ethyl iso-allocholate terdeteksi memiliki potensi carsinotoxicity. Senyawa Ethyl iso-allocholate memiliki binding affinity -8,4 kkal/mol lebih baik dibandingkan ibuprofen -6,4 kkal/mol dengan RMSD 1.b 0,00 dan RMSD u.b 0,00.
Kata Kunci: Etnobotani, In silico, Ki leho Merah, Saurauia cauliflora, Antiinflamasi, Sumber Belajar Biologi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) Q Science > QH Natural history > QH301 Biology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi |
| Depositing User: | Lelis Marsidah |
| Date Deposited: | 07 Nov 2025 02:52 |
| Last Modified: | 07 Nov 2025 02:52 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/978 |
