PUTRI, NATHASYA DWIVINA (2026) HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI JUNK FOOD DAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI (Studi Observasional pada Siswi Kelas XI di SMAN 6 Tasikmalaya). Other thesis, Universitas siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (181kB)
2 HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (183kB)
3 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (181kB)
4 HALAMAN PERSEMBAHAN.pdf
Download (146kB)
5 DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (147kB)
6 DAFTAR ISI TABEL GAMBAR LAMPIRAN.pdf
Download (397kB)
7 LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (195kB)
8 KTA PENGANTAR.pdf
Download (210kB)
9 ABSTRAK.pdf
Download (223kB)
10 BAB 1.pdf
Download (315kB)
11 BAB 2.pdf
Download (843kB)
12 BAB 3.pdf
Download (669kB)
13 BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (628kB)
14 BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (445kB)
15 BAB 6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (225kB)
16 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (320kB)
17 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Siklus menstruasi merupakan jarak antara hari pertama menstruasi dengan hari pertama menstruasi berikutnya. Pada masa pubertas sering terjadi ketidakteraturan akibat ketidakseimbangan hormon. Tingginya konsumsi junk food serta status gizi yang tidak normal berpotensi mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan frekuensi konsumsi junk food dan status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 siswi kelas XI SMAN 6 Tasikmalaya yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data konsumsi junk food diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan siklus menstruasi, aktivitas fisik, dan stres diperoleh melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki frekuensi konsumsi junk food kategori jarang (98,8%), status gizi normal (76,5%), serta siklus menstruasi normal (58,8%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi junk food dengan siklus menstruasi (p=0,978 > 0,05), sedangkan hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan pada status gizi (p=0,001), aktivitas fisik (p=0,042), dan stres (p=0,022) dengan siklus menstruasi (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa frekuensi konsumsi junk food tidak berhubungan dengan siklus menstruasi, namun status gizi, aktivitas fisik, dan stres terdapat hubungan yang signifikan dengan keteraturan siklus menstruasi. Diharapkan remaja putri dapat menjaga keseimbangan pola makan agar status gizi tetap normal, dapat beraktivitas fisik secara proporsional, serta mengelola stres dengan baik, guna menjaga keteraturan siklus menstruasi. Kata Kunci: Junk Food, Status Gizi, Siklus Menstruasi, Remaja Putri
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Gizi |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 04:36 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 04:36 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7034 |
