PRAMUDITA, ALDI (2026) PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG MINAT UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE SEKOLAH LANJUTAN (Studi Fenomenologi di Dusun Ciranji Desa Cibatuireng Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya). Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (148kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (242kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (169kB)
4. HALAMAN PRIBADI.pdf
Download (104kB)
5. ABSTRAK.pdf
Download (200kB)
6. KATA PENGANTAR.pdf
Download (139kB)
7. DAFTAR ISI.pdf
Download (200kB)
8. BAB 1.pdf
Download (340kB)
9. BAB 2.pdf
Download (372kB)
10. BAB 3.pdf
Download (328kB)
11. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (448kB)
12. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (200kB)
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (186kB)
14. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena paradoks di Dusun Ciranji, di mana kemampuan ekonomi masyarakat yang cukup baik dari sektor industri konveksi tidak berbanding lurus dengan partisipasi pendidikan formal ke jenjang sekolah lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami persepsi masyarakat mengenai minat melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) dan SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan remaja putus sekolah, orang tua, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pendidikan formal bersifat pragmatis dan fungsional. Pendidikan agama (pesantren) ditempatkan sebagai prioritas utama yang dianggap cukup untuk bekal hidup, sedangkan sekolah formal dipandang sebagai pilihan sekunder yang tidak mendesak. Rendahnya minat melanjutkan sekolah dipicu oleh kalkulasi biaya peluang (opportunity cost) yang tinggi, masyarakat menilai waktu sekolah sebagai kerugian ekonomi dibandingkan bekerja yang memberikan penghasilan instan. Keputusan ini diperkuat oleh dominasi rasionalitas ekonomi jangka pendek dan pengaruh kuat role model lokal, yaitu para pengusaha konveksi yang sukses secara materi tanpa ijazah tinggi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa rendahnya minat untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah lanjutan bukan semata-mata disebabkan oleh hambatan kemiskinan. Hal ini lebih dipengaruhi oleh persepsi masyarakat yang bergeser, kemandirian finansial lebih diutamakan, sementara pendidikan formal dan ijazah sekolah tidak lagi dipandang relevan sebagai penentu kesuksesan.
Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Minat Melanjutkan Sekolah, Sekolah Lanjutan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Masyarakat |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 03:12 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 03:12 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6521 |
