RAHADEWI, ANDIN (2025) HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI, ASUPAN VITAMIN C, DAN KEBIASAAN KONSUMSI ZAT INHIBITOR DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI (Studi Observasional pada Siswi Kelas XI di SMAN 2 Singaparna Tahun 2025). Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. cover.pdf
Download (203kB)
2. lembar pernyataan.pdf
Download (35kB)
3. lembar pengesahan.pdf
Download (68kB)
4. lembar perbaikan.pdf
Download (43kB)
5. biodata.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (176kB)
6. daftar isi.pdf
Download (261kB)
7. kata pengantar.pdf
Download (218kB)
8. abstrak.pdf
Download (267kB)
9. bab i.pdf
Download (324kB)
10. bab ii.pdf
Download (448kB)
11. bab iii.pdf
Download (454kB)
12. bab iv.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (332kB)
13. bab v.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (382kB)
14. bab vi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (249kB)
15. daftar pustaka.pdf
Download (252kB)
16. lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Anemia adalah masalah kesehatan yang rentan dialami oleh remaja putri. Penyebabnya adalah asupan zat besi dan vitamin C yang kurang, serta kebiasaan konsumsi zat inhibitor yang tinggi. Zat besi diperlukan untuk pembentukan kadar hemoglobin dan transportasi oksigen dalam darah, yang dikombinasikan dengan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan asupan zat besi, vitamin C dan kebiasaan konsumsi zat inhibitor dengan kejadian anemia remaja putri pada siswi SMA Negeri 2 Singaparna tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah siswi kelas XI berjumlah 174 orang dan diambil sebanyak 70 orang sebagai sampel dengan menggunakan metode simple random sampling. Pengambilan data asupan zat besi, vitamin C dan kebiasaan konsumsi zat inhibitor menggunakan kuesioner semi quantitative food frequency dan pengukuran status anemia menggunakan EasyTouch GCHb. Analisis data dengan uji Chi-Square menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara asupan vitamin C dengan asupan zat besi (p-value = 0,001), kebiasaan konsumsi zat inhibitor dengan asupan zat besi (p-value = 0,001), serta asupan zat besi dengan kejadian anemia (p-value = 0,001) remaja putri SMAN 2 Singaparna. Kesimpulan: Anemia dapat terjadi karena kekurangan asupan zat besi dan vitamin C; seringnya konsumsi zat inhibitor pada remaja putri. Saran: Menjaga asupan zat besi dan vitamin C serta mengatur waktu konsumsi zat inhibitor agar tidak berdekatan dengan konsumsi zat besi
Kata Kunci: Anemia, Remaja Putri, Vitamin C, Zat Besi, Zat Inhibitor
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Gizi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 02:45 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 02:45 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6171 |
