Putri, Raden Dera Marcela Agli (2026) PERAN BADAN PENGAWAS PEMILU KOTA TASIKMALAYA DALAM PENGAWASAN KAMPANYE DIGITAL PADA PEMILIHAN UMUM 2024. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (3MB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (317kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (321kB)
4. KATA PENGANTAR.pdf
Download (3MB)
5. ABSTRAK.pdf
Download (3MB)
6. DAFTAR ISI, TABEL, GAMBAR, LAPIRAN.pdf
Download (3MB)
7. BAB I.pdf
Download (3MB)
8. BAB II.pdf
Download (3MB)
9. BAB III.pdf
Download (3MB)
10. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
11. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (3MB)
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola kampanye politik ke ruang digital yang berlangsung cepat, masif, dan sulit dikendalikan. Perubahan ini menghadirkan tantangan baru dalam pengawasan pemilu, terutama terkait penyebaran disinformasi dan pelanggaran kampanye di media sosial. Dalam konteks tersebut, pengawasan kampanye digital tidak hanya menjadi persoalan teknis, tetapi juga persoalan kelembagaan dalam sistem politik elektoral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tasikmalaya dalam pengawasan kampanye digital pada Pemilu 2024 dengan menggunakan teori peran Henry Mintzberg. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan Bawaslu, pengurus partai politik, pengamat pemilu, serta studi dokumentasi terhadap regulasi dan laporan pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bawaslu telah menjalankan peran interpersonal, informasional, dan pengambilan keputusan dalam batas kewenangan kelembagaan yang dimilikinya. Namun, pelaksanaan peran tersebut belum optimal karena keterbatasan mandat hukum, desain regulasi pengawasan kampanye digital, serta mekanisme birokrasi penanganan pelanggaran yang bersifat berjenjang. Kondisi ini menyebabkan banyak pelanggaran kampanye digital tidak dapat ditindaklanjuti secara maksimal meskipun substansi pelanggarannya jelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbatasan pengawasan kampanye digital bukan semata disebabkan oleh kinerja aktor, tetapi merupakan konsekuensi dari desain institusional pengawasan pemilu yang belum sepenuhnya adaptif terhadap dinamika politik digital. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan Bawaslu dalam sistem demokrasi elektoral di era digital.
Kata kunci: Bawaslu, kampanye digital, pengawasan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 07:01 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 07:01 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6121 |
