NURAPREILAN, ZIDAN MUHAMMAD (2025) NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM KEARIFAN LOKAL MEMAYU HAYUNING BAWANA. Other thesis, Universitas Siliwangi.
ABSTRAK.pdf
Download (117kB)
BAB 1.pdf
Download (222kB)
BAB 2.pdf
Download (253kB)
BAB 3.pdf
Download (254kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (504kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (143kB)
COVER.pdf
Download (153kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (133kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (165kB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (87kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (807kB)
LEMBARPENGESAHAN.pdf
Download (257kB)
LEMBARPENGUJI.pdf
Download (277kB)
LEMBARPERNYATAAN.pdf
Download (353kB)
MOTTO.pdf
Download (88kB)
RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (148kB)
UCAPAN TERIMAKASIH.pdf
Download (154kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menjelaskan konsep memayu hayuning bawana (2) Mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam kearifan lokal memayu hayuning bawana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif naratif inquiri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kajian pendidikan berbasis kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan dalam memayu hayuning bawana dapat dipetakan ke dalam empat dimensi mendasar, yaitu moral, sosial, ekologis, dan spiritual. Pada dimensi moral dan sosial, kearifan ini meletakkan penekanan kuat pada proses pembentukan karakter yang berorientasi pada ketertiban, kerukunan, dan keharmonisan antarindividu. Prinsip-prinsip seperti rukun, gotong royong, dan tepa selira menjadi landasan utama pendidikan etis, di mana setiap individu dibimbing untuk mampu mengendalikan diri, menahan ego, serta menjunjung tinggi tata kehidupan bersama (tata-titi-tentrem). Nilai-nilai tersebut menuntut setiap anggota masyarakat agar mampu menjaga tatanan sosial kolektif, mengutamakan musyawarah, dan menempatkan kepentingan publik di atas dorongan pribadi. Pendidikan dalam perspektif ini berfungsi membentuk pribadi yang halus budi, berempati, serta mampu menjaga keutuhan sosial melalui sikap rendah hati, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman. Pada dimensi ekologis, memayu hayuning bawana memandang hubungan manusia dengan alam sebagai relasi yang bersifat timbal balik dan sakral. Manusia dipahami bukan sebagai penguasa yang memiliki hak untuk mengeksploitasi sumber daya tanpa batas, tetapi sebagai bagian integral dari keseluruhan tatanan jagat raya. Oleh karena itu, menjaga kelestarian lingkungan merupakan kewajiban moral sekaligus spiritual yang harus dipenuhi demi tercapainya keseimbangan kosmik. Sikap menghormati alam, mengelola lingkungan secara bijak, serta mempertahankan keberlanjutan ekologis dipandang sebagai perilaku etis, dan juga sebagai manifestasi kesadaran bahwa kerusakan alam berarti mengganggu harmoni semesta. Pendidikan yang berlandaskan pada nilai ini bertujuan membentuk kesadaran ekologis, mengajarkan tanggung jawab terhadap bumi, dan menanamkan cara pandang bahwa keberlangsungan hidup manusia bergantung pada keselarasan hubungan dengan alam.
Kata Kunci: Kearifan Lokal, Memayu Hayuning Bawana, Nilai Pendidikan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 02:55 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 02:55 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/5495 |
