PARAMUDITA, MAYA ASRYSA (2024) LANGUAGE USED BY WOMEN AND MEN IN DEBATING: KAMALA HARRIS & MIKE PENCE VICE-PRESIDENTIAL DEBATE. Other thesis, Universitas Siliwangi.
01 COVER.pdf
Download (88kB)
02 APPROVAL SHEET.pdf
Download (567kB)
03 LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (116kB)
04 MOTTO.pdf
Download (70kB)
05 ABSTRAK.pdf
Download (114kB)
06 PREFACE.pdf
Download (72kB)
07 ACKNOWLEDGEMENT.pdf
Download (80kB)
08 TABLE OF CONTENTS.pdf
Download (86kB)
09 LIST OF TABLES.pdf
Download (71kB)
10 LIST OF ENCLOSURE.pdf
Download (24kB)
11 CHAPTER 1.pdf
Download (86kB)
12 CHAPTER 2.pdf
Download (180kB)
13 CHAPTER 3.pdf
Download (178kB)
14 CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (255kB)
15 CHAPTER 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (84kB)
16 REFERENCES.pdf
Download (122kB)
17 ENCLOSURE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
18 BIOGRAFHY.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (46kB)
Abstract
Ada pola bicara berbeda yang umumnya diasosiasikan dengan perempuan dan laki-laki. Dinamika gender memberikan pengaruh yang besar terhadap politik, karena bahasa digunakan untuk menegakkan atau mempertanyakan hierarki kekuasaan. Wacana politik sering kali melibatkan penggunaan bahasa yang strategis untuk membentuk opini publik dan mempengaruhi hasil politik. Tujuan penelitian ini untuk meneliti bahasa yang digunakan perempuan dan laki-laki dalam suatu debat politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik deduktif, dimana kategorisasi awal data didasarkan pada kajian atau gagasan yang sudah ada. Metode penelitian menggunakan content analysis. Peneliti memilih situasi kehidupan nyata seperti video debat dari platform media sosial YouTube; Debat Wakil Presiden 2020 sebagai sumber data dan ucapan calon-calon saat itu; Kamala Harris & Mike Pence sebagai datanya. Peneliti menyimpulkan data dengan memanfaatkan teori yang dikemukakan oleh Lakoff (1975) dan Coates (2015). Temuan penelitian menunjukkan Kamala Harris dan Mike Pence menggunakan banyak elemen linguistik selama debat wakil presiden terkait kebijakan luar negeri. Frekuensi unsur kebahasaan pada topik debat cawapres kali ini berjumlah 56 unsur. Peneliti mengidentifikasi lima dari enam ciri bahasa yang digunakan kedua kandidat sepanjang debat. Penggunaan bahasa tertentu seperti lindung nilai leksikal, tata bahasa yang sangat tepat, penghindaran bahasa yang keras dan tabu, kalimat deklaratif, dan interupsi diidentifikasi. Analisis tersebut menunjukkan perbedaan dan persamaan penggunaan bahasa antara Harris dan Pence dalam debat tersebut, pola bahasa gender dan taktik yang digunakan menggunakan otoritas dan dominasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan perbedaan dan persamaan penggunaan bahasa antara perempuan dan laki-laki dalam sebuah debat, menyoroti pola bahasa gender dan taktik yang digunakan untuk menggunakan otoritas dan dominasi.
Kata Kunci: Bahasa dan Gender, Bahasa Perempuan dan Laki-Laki, Debat
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | P Language and Literature > PE English |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Inggris |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 03:30 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 03:30 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/5288 |
