Putri, Dysa Zeinaya Lantiesa (2025) ANALISIS 5C DAN 7P DALAM MENILAI KELAYAKAN NASABAH MENERIMA KREDIT DI PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN Tbk. KANTOR CABANG PEMBANTU TIPE A PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. cover.pdf
Download (35kB)
2. pengesahan.pdf
Download (249kB)
3. penguji.pdf
Download (302kB)
4. motto.pdf
Download (91kB)
5. pernyataan.pdf
Download (365kB)
6. abstrak.pdf
Download (95kB)
7. kata pengantar.pdf
Download (93kB)
8. ucapan terimakasih.pdf
Download (30kB)
9. daftar isi.pdf
Download (62kB)
10. bab i.pdf
Download (165kB)
11. bab ii.pdf
Download (186kB)
12. bab iii.pdf
Download (140kB)
13. bab iv.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (159kB)
14. bab v.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (35kB)
15. daftar pustaka.pdf
Download (157kB)
16. lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (52kB)
17. biodata.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (29kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip 5C dan 7P dalam menilai kelayakan nasabah dalam menerima kredit di PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Kantor Cabang Pembantu Tipe A Pemerintah Kota Tasikmalaya. Penilaian kelayakan nasabah menjadi langkah awal yang krusial untuk meminimalkan risiko kredit bermasalah. Prinsip 5C yang terdiri dari Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition, dikembangkan menjadi prinsip 7P, yaitu Purpose, Personality, Payment, Party, Prospect, Profitability, dan Protection, yang memberikan penilaian lebih rinci terhadap berbagai aspek nasabah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Bjb menerapkan prinsip 5C dan 7P secara terintegrasi dalam proses analisis kredit, dengan menekankan pentingnya rekam jejak kredit, kemampuan bayar, kondisi usaha, serta keabsahan jaminan. Bank juga menghadapi sejumlah hambatan dalam proses analisis, seperti keterbatasan dokumen, ketidaksiapan biaya dari calon debitur, dan perubahan kondisi usaha. Untuk mengatasi kendala tersebut, bank menerapkan pendekatan edukatif dan prosedural guna menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Dengan demikian, prinsip 5C dan 7P terbukti menjadi alat yang efektif dalam menilai kelayakan nasabah serta memitigasi risiko kredit bermasalah di lingkungan perbankan.
Kata Kunci: Penilaian Kelayakan Nasabah, Prinsip 5C, Prinsip 7P, Risiko Kredit, Bank BJB.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HG Finance |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Keuangan dan Perbankan (DIII) |
| Depositing User: | Lelis Marsidah |
| Date Deposited: | 27 Nov 2025 00:59 |
| Last Modified: | 27 Nov 2025 00:59 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/1692 |
