ANALISIS PERKEMBANGAN QRIS DI PRIANGAN TIMUR

Zachri, Muhamad Fadel (2025) ANALISIS PERKEMBANGAN QRIS DI PRIANGAN TIMUR. Diploma thesis, Universitas Siliwangi.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (72kB)
[thumbnail of LEMBAR PENGESAHAN 2 .pdf] Text
LEMBAR PENGESAHAN 2 .pdf

Download (855kB)
[thumbnail of ABTRAK.pdf] Text
ABTRAK.pdf

Download (40kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (52kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (125kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (101kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (46kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (161kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (46kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (105kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (461kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan implementasi
dan adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Priangan
Timur, khususnya dari sudut pandang para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM). QRIS sebagai sistem pembayaran digital terintegrasi
mengalami pertumbuhan signifikan secara nasional, termasuk di Priangan Timur,
ditandai dengan peningkatan jumlah pengguna dan nilai transaksi. Meskipun
demikian, penggunaan QRIS di kalangan UMKM masih menghadapi berbagai
kendala, seperti rendahnya literasi digital dan keuangan, infrastruktur internet yang
belum merata, kebiasaan transaksi tunai, serta kurangnya sosialisasi dan dukungan
teknis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi
terhadap pelaku UMKM di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan
Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mayoritas pedagang
memiliki persepsi positif terhadap QRIS, efektivitas penggunaannya masih belum
optimal. Faktor utama penyebabnya adalah rendahnya minat konsumen untuk
bertransaksi secara digital dan belum meratanya penerapan QRIS di seluruh blok
pasar tradisional. Studi ini merekomendasikan perlunya peningkatan literasi digital,
penguatan infrastruktur, serta dukungan dan pendampingan yang lebih intensif dari
penyelenggara dan otoritas keuangan agar penerapan QRIS dapat berjalan lebih
efektif dan merata.
Kata Kunci: QRIS, Pembayaran Digital, Priangan Timur, Literasi Digital, Inklusi
Keuangan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
Divisions: Fakultas Ekonomi > Keuangan dan Perbankan (DIII)
Depositing User: irma sri katon
Date Deposited: 11 Nov 2025 04:14
Last Modified: 11 Nov 2025 04:14
URI: https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/1097

Actions (login required)

View Item
View Item