FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEGEMUKAN PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARWANGI KABUPATEN GARUT

Rosmayanti, Rosmayanti (2020) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEGEMUKAN PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARWANGI KABUPATEN GARUT. Sarjana thesis, Universitas Siliwangi.

[img] Text
BAB I.pdf

Download (212kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (293kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (487kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (430kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (238kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (194kB)
[img] Text
COVER, LEMBAR PERSETUJUAN, LEMBAR PENGESAHAN, DAFTAR ISI, ABSTRAK.pdf

Download (541kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (201kB)

Abstract

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA 2020 ABSTRAK ROSMAYANTI Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kegemukan Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarwangi Kabupaten Garut (Studi pada Ibu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarwangi Kabupaten Garut) Kegemukan yang terjadi pada anak memiliki risiko untuk terjadi obesitas pada masa dewasa dan berpotensi terjangkit berbagai macam penyebab kesakitan dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kegemukan pada balita di wilayah kerja Puskesmas Banjarwangi Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi analitik observasional dengan menggunakan desain kasus kontrol. Jumlah sampel yang diambil adalah ibu yang mempunyai balita berusia 13-59 bulan sebanyak 68 balita kelompok kasus, dan 136 balita kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 41,7% dengan IMT ibu tidak normal, 17,6% ibu bekerja, 61,3% pendidikan ibu balita dengan pendidikan dasar, 64,2% pendidikan ayah dengan pendidikan dasar, 68,6% balita dengan jumlah anggota keluarga ≤ 4 orang, 15,7% balita lahir dengan berat badan tidak normal, 44,6% balita dengan jenis kelamin laki-laki, 51,5% balita tidak diberikan ASI eksklusif, 30,4% balita diberikan susu formula dan 41,2% balita dengan pola makan kurang baik. Berdasarkan penelitian menjelaskan ada hubungan yang bermakna antara IMT ibu, status bekerja ibu, jumlah anggota keluarga, status berat badan lahir balita, riwayat ASI eksklusif, pemberian susu formula dan pola makan balita dengan kejadian kegemukan pada balita. Hasil uji statistik juga menunjukkan tidak terdapat hubungan pada variabel pendidikan ibu, pendidikan ayah serta jenis kelamin balita terhadap kejadian kegemukan pada balita. Diharapkan orang tua selalu memperhatikan perkembangan janin selama proses kehamilan sehingga bayi dapat lahir dengan berat badan normal serta menjaga pola makan dan asupan gizi balita sesuai dengan kebutuhan. Kata Kunci: Status Gizi, Kegemukan, Balita

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Dedi Natawijaya .
Date Deposited: 17 Dec 2021 03:38
Last Modified: 17 Dec 2021 03:38
URI: http://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/3455

Actions (login required)

View Item View Item