SYAKIRA, MELVA RADHWA (2026) HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI REMAJA USIA 16-18 TAHUN (Studi Observasional pada Remaja Kelas XI di SMK Negeri 3 Tasikmalaya Tahun Akademik 2025/2026). Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (29kB)
2. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (232kB)
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (63kB)
4. HALAMAN PERSEMBAHAN.pdf
Download (72kB)
5. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (142kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (117kB)
7. PERNYATAAN.pdf
Download (169kB)
8. KATA PENGANTAR.pdf
Download (144kB)
9. ABSTRAK INDONESIA DAN INGGRIS.pdf
Download (135kB)
10. BAB I.pdf
Download (31kB)
11. BAB II.pdf
Download (216kB)
12. BAB III.pdf
Download (251kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (115kB)
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (109kB)
15. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (221kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Masalah gizi pada remaja usia sekolah sering kali dipicu oleh ketidakseimbangan asupan zat gizi makro dan rendahnya aktivitas fisik. Secara konseptual, pengetahuan gizi yang baik mengarahkan pada pemilihan makanan yang tepat, sedangkan aktivitas fisik mengatur pengeluaran energi; secara fisiologis, keduanya menentukan keseimbangan energi yang memengaruhi status gizi (IMT/U). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan tingkat kecukupan zat gizi makro (energi, protein, lemak, karbohidrat) dengan status gizi siswa di SMK Negeri 3 Tasikmalaya. Studi potong lintang (cross-sectional) ini melibatkan 91 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan pengukuran antropometri, kuesioner pengetahuan, IPAQ, dan Food Recall 24 jam, kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan gizi dengan status gizi (p=0,751). Demikian pula, tidak ditemukan hubungan signifikan pada protein (p=0,085), lemak (p=0,290), dan karbohidrat (p=0,246) dengan status gizi. Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p=0,000), tingkat kecukupan energi dengan status gizi (p=0,026), dan jenis kelamin dengan status gizi (p=0,032). Kesimpulannya, tingkat pengetahuan gizi yang baik belum menjadi determinan utama dalam pemilihan makanan gizi seimbang pada remaja tersebut. Disarankan adanya peningkatan edukasi gizi bagi siswa, pengawasan penyediaan makanan sehat di lingkungan sekolah, serta penelitian lanjutan yang mempertimbangkan faktor perilaku makan dan konsumsi fast food yang berhubungan dengan status gizi remaja.
Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Pengetahuan Gizi, Status Gizi, Zat Gizi Makro
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Gizi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 04:30 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 04:30 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7600 |
