SHABIRA, GEA GALDA (2026) HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI DAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA (Studi Observasional pada Siswa Kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026). Other thesis, Universitas siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (235kB)
2 HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (225kB)
3 HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (251kB)
4 HALAMAN PERSEEMBAHAN.pdf
Download (248kB)
5 DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Download (212kB)
6 DAFTAR ISI.pdf
Download (316kB)
7 DAFTAR TABEL.pdf
Download (258kB)
8 DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (193kB)
9 DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (265kB)
10 LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (51kB)
11 KATA PENGANTAR.pdf
Download (246kB)
12 ABSTRAK.pdf
Download (307kB)
13 BAB 1.pdf
Download (372kB)
14 BAB 2.pdf
Download (577kB)
15 BAB 3.pdf
Download (696kB)
16 BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (515kB)
17 BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (409kB)
18 BAB 6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (328kB)
19 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (319kB)
20 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi akibat perubahan fisik, psikologis dan perilaku makan. Status gizi remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya tingkat pengetahuan gizi dan kebiasaan makan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat pengetahuan gizi, kebiasaan makan dan tingkat kecukupan energi dengan status gizi pada remaja di SMP Negeri 1 Manonjaya. Penelitian menggunakan metode observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 730 orang. Penelitian ini mengambil sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling sebanyak 110 responden. Data diperoleh melalui kuesioner pengetahuan gizi, kuesioner AFHC (Adolescent Food Habits Checklist), wawancara Food Recall 2×24 jam serta pengukuran antropometri. Analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan gizi cukup (56,3%), kebiasaan makan kurang sehat (58,2%), tingkat kecukupan energi baik (61,8%), dan status gizi normal (76,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan gizi dengan status gizi (p-value = 0,476) maupun kecukupan energi (p-value = 0,015; OR = 4,005; 95% CI: 1,380–11,617) dan tingkat kecukupan energi (p-value = 0,016; OR = 2,989; (95% CI: 1,295–6,898). Terdapat hubungan antara tingkat kecukupan energi dengan status gizi kurang (p=0,031; OR=7,043; 95% CI: 1,213 40,916) dan status gizi lebih (p=0,000; OR=26,278; 95% CI: 6,918–99,813). Disimpulkan bahwa kebiasaan makan dan tingkat kecukupan energi berhubungan dengan status gizi remaja, sedangkan tingkat pengetahuan gizi tidak berhubungan dengan status gizi maupun tingkat kecukupan energi. Sekolah disarankan meningkatkan edukasi gizi seimbang melalui integrasi materi gizi dalam kegiatan pembelajaran untuk mendukung pembentukan kebiasaan makan sehat remaja.
Kata Kunci: kebiasaan makan, kecukupan energi, pengetahuan gizi, remaja, status gizi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Gizi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 03:29 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 03:29 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7583 |
