NURJANAH, SARAH ELITA (2025) STUDI ETNOBOTANI : DAMPAK MODERNISASI TERHADAP INDIGENOUS KNOWLEDGE PEMANFAATAN TEH (Camellia sinensis) DI DESA RAKSASARI KECAMATAN TARAJU TASIKMALAYA SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (85kB)
2. PENGESAHAN.pdf
Download (186kB)
3. KATA PENGANTAR.pdf
Download (367kB)
4. UCAPAN TERIMA KASIH.pdf
Download (111kB)
5. PERNYATAAN.pdf
Download (293kB)
6. ABSTRAK.pdf
Download (52kB)
7. DAFTAR ISI.pdf
Download (99kB)
8. BAB I.pdf
Download (146kB)
9. BAB II.pdf
Download (526kB)
10. BAB III.pdf
Download (1MB)
11. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
12. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (49kB)
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (188kB)
14. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
15. RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (125kB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji dampak modernisasi terhadap indigenous knowledge masyarakat dalam pemanfaatan tanaman teh (Camellia sinensis) di Desa Raksasari, Kecamatan Taraju, Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengambilan data dari 59 responden melalui observasi partisipatif, pada 6 perkebunan teh, 3 pabrik teh, dan parktik pemanfaatan teh pada masyarakat. Data didapatkan dari wawancara mendalam melibatkan 29 informan dengan teknik purposive sampling pada petani/pemetik teh, kelompok Raksatani, pemilik pabrik teh, tokoh masyarakat dan masyarakat umum dengan berbagai latar belakang pekerjaan dan usia dan 30 responden kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan modernisasi telah menggeser praktik indigenous knowledge dalam budidaya dan pemanfaatan teh, namun sebagian masyarakat masih mempertahankan nilai-nilai tradisional. Terdapat 41% praktik tradisional masih dipertahankan seperti pemetikan teh menggunakan alat etem, tas oblen dan celemek karung, pemeliharaan kebun dengan pupuk organik, pemangkasan dengan gaet, penyiangan gulma secara manual dan pengolahan teh menggunakan kayu bakar jenis keras seperti mahoni. Pada beberapa masyarakat masih memanfaatkan teh untuk obat diare, lambung bahkan sakit kepala dengan olahan tradisional. Sedangkan 59% masyarakat mulai melakukan praktik modern dan terjadi perubahan praktik tradisional seperti penggunaan pupuk kimia, pestisida dan fungisida, pengolahan teh dengan mesin dan mulai beralih ke bahan bakar gas, dan terdapat produk inovatif seperti keringan white tea, black tea, teh celup dan powder matcha green tea. Generasi muda lebih mengenal dalam konteks modern, seperti produk masker, pembersih wajah dan minuman pelangsing. Meskipun demikian, kelompok masyarakat mempertahankan praktik tradisional dengan mengenalkan dan melibatkan penggiat produk teh dalam pameran Desa Wisata Taraju dan dikenalkan juga kepada wisatawan tentang praktik tradisional teh. Pengetahuan ini dikembangkan menjadi bahan ajar biologi dalam bentuk e-booklet yang disusun sesuai dengan capaian pembelajaran fase E Kurikulum Merdeka. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pelestarian budaya lokal dengan mendokumentasikan dalam bentuk bahan ajar, peningkatan kesadaran menjaga keanekaragaman hayati dengan menjaga keberlangsungan perkebunan teh Desa Raksasari, serta penyusunan media pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal dapat membantu siswa dalam memahami keanekaragaman hayati yang nyata dengan adanya budaya dan kebiasaan lokal di masyarakat.
Kata kunci: Etnobotani, Modernisasi, Kearifan Lokal, Camellia sinensis, Bahan Ajar Biologi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) Q Science > QH Natural history > QH301 Biology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi |
| Depositing User: | Lelis Marsidah |
| Date Deposited: | 07 Nov 2025 03:42 |
| Last Modified: | 07 Nov 2025 03:42 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/999 |
