NURAENI, ELIS SRI (2025) OPTIMALISASI PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DESA BUNGURRAYA DENGAN SIMULASI EPANET 2.0. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (148kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (70kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN.pdf
Download (152kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (289kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (270kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (266kB)
7. DAFTAR TABEL.pdf
Download (254kB)
8. DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (259kB)
9. DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (247kB)
10. BAB 1.pdf
Download (245kB)
11. BAB 2.pdf
Download (1MB)
12. BAB 3.pdf
Download (615kB)
13. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
14. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (234kB)
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (189kB)
16. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di Desa Bungurraya, kebutuhan akan air bersih pun mengalami peningkatan. Namun, sistem distribusi air bersih yang ada saat ini belum optimal, baik dari segi kinerja hidraulik maupun cakupan layanan yang belum menjangkau seluruh penduduk desa. Tujuan dari penelitian ini untuk memproyeksikan kebutuhan air bersih hingga tahun 2032 dan menganalisis kinerja hidraulika jaringan distribusi dengan pemodelan Epanet 2.0. Proyeksi jumlah penduduk dilakukan dengan membandingkan tiga metode pertumbuhan (aritmatika, geometrik, dan eksponensial), di mana metode aritmatika dipilih berdasarkan nilai korelasi yang mendekati 1. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa pada tahun 2032 jumlah penduduk Desa Bungurraya mencapai 3315 jiwa, dengan kebutuhan air bersih harian sebesar 2,647 liter/hari. Analisis hidraulika jaringan distribusi menggunakan persamaan Hazen-Williams pada EPANET 2.0 menunjukkan bahwa seluruh pipa yang direncanakan memiliki kecepatan aliran di bawah standar minimum 0,3 m/det. Oleh karena itu, direkomendasikan perbaikan jaringan distribusi khususnya pada pipa 17 yang memiliki kecepatan aliran terendah sebesar 0,05 m/det dengan perubahan diameter pipa yang semula 32 mm menjadi 20 mm. Alternatif solusi lain adalah dengan melakukan distribusi dengan 3 sift yaitu pada jam 6.00-8.00 pagi, 11.00-13.00 dan pada jam 15.00-18.00 dengan menggunakan pipa 63 mm. Berdasarkan hasil analisis biaya tarif air bersih yang perlu dibebankan kepada pengguna sebesar Rp 54.754/bulan atau Rp 5.070/m³.
Kata kunci : EPANET 2.0, Velocity, Optimalisasi, Harga Air
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | Lelis Marsidah |
| Date Deposited: | 05 Nov 2025 07:02 |
| Last Modified: | 05 Nov 2025 07:02 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/861 |
