Anshori, Wildan (2026) ANALISIS KOORDINASI DAN SETTING SISTEM PROTEKSI OVER CURRENT RELAY (OCR) PADA JARINGAN DISTRIBUSI 6,3 KV UNIT 2 PT. PLN INDONESIA POWER UBP JABAR 2 PALABUHAN RATU. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER .pdf
Download (180kB)
2. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf
Download (150kB)
3. HALAMAN PENGESAHAN .pdf
Download (212kB)
4. KATA PENGANTAR .pdf
Download (210kB)
5. HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN MENYERAHKAN HAK MILIK ATAS TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS.pdf
Download (171kB)
6. ABSTRAK .pdf
Download (219kB)
7. DAFTAR PUSTAKA .pdf
Download (436kB)
8. BAB I .pdf
Download (258kB)
9. BAB II .pdf
Download (1MB)
10. BAB III .pdf
Download (546kB)
11. BAB IV .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
12. BAB V .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (201kB)
13. DAFTAR PUSTAKA .pdf
Download (183kB)
14. LAMPIRAN .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Sistem proteksi arus lebih yang andal dan selektif sangat krusial untuk menjaga kontinuitas operasional komponen auxiliary pada pembangkit listrik. Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem proteksi Over Current Relay (OCR) eksisting pada jaringan distribusi 6.3 kV Unit 2 PT. PLN Indonesia Power UBP Jabar 2 Palabuhan Ratu. Evaluasi awal mengindikasikan adanya ketidaksesuaian waktu tunda elemen instantaneous pada data eksisting motor beban yang diatur sebesar 0,30 detik, di mana nilai ini belum sepenuhnya ideal menurut standar IEEE 242-2001. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arus gangguan hubung singkat, mengevaluasi parameter penyetelan OCR eksisting, serta merancang koordinasi pengamanan yang optimal. Metodologi penelitian melibatkan kalkulasi matematika manual untuk gangguan hubung singkat (simetris dan asimetris) serta penentuan parameter resetting OCR yang kemudian divalidasi melalui simulasi perangkat lunak ETAP 19.0.1. Hasil studi menunjukkan bahwa perhitungan manual arus gangguan hubung singkat memiliki akurasi tinggi dengan persentase deviasi yang sangat minimum berkisar antara 0% hingga 0,21% dibandingkan dengan hasil simulasi ETAP. Melalui langkah resetting, elemen instantaneous pada motor beban disesuaikan menjadi 0,05 detik guna memenuhi standar IEEE 242-2001 untuk mengeliminasi tunda waktu kritis. Simulasi kurva karakteristik arus terhadap waktu (Time Current Characteristic) setelah resetting menunjukkan penyetelan yang ideal tanpa adanya kurva yang saling berpotongan (non-intersecting). Analisis Sequence of Events (SOE) memastikan Relay beban mampu merespons gangguan secara cepat dalam waktu 50,0 ms dengan waktu pembukaan penuh CB pada 70,0 ms. Sementara itu, sisi hulu (transformer) bertindak sebagai pengaman cadangan yang andal dengan rentang grading time sebesar 0,2 hingga 0,5 detik yang selaras dengan standar IEC 60255. Kesimpulannya, koordinasi proteksi hasil resetting terbukti efektif dalam melokalisasi area gangguan secara selektif dan mencegah terjadinya pemadaman total (blackout) sistem hulu.
Kata Kunci : Over Current Relay, Gangguan Hubung Singkat, ETAP 19.0.1, Koordinasi Proteksi, Resetting.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Elektro |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 06:18 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 06:18 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7980 |
