NINGRUM, PUSPITA KUSUMA (2026) ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP HIDROLOGI DAS CITANDUY HULU MENGGUNAKAN PEMODELAN STATISTICAL DOWNSCALING DAN SWAT. Other thesis, Universitas Siliwangi.
cover.pdf
Download (235kB)
Lembar pengesahan.pdf
Download (359kB)
Lembar penyataan keaslian.pdf
Download (490kB)
abstrak.pdf
Download (195kB)
kata pengantar, daftar2.pdf
Download (362kB)
bab 1.pdf
Download (257kB)
bab 2.pdf
Download (637kB)
bab 3.pdf
Download (834kB)
bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (235kB)
dapus.pdf
Download (210kB)
lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Perubahan iklim global diproyeksikan mengubah karakteristik hidrologi regional secara signifikan, termasuk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan air dan risiko debit ekstrem di DAS Citanduy Hulu hingga tahun 2050. Metodologi yang digunakan mengintegrasikan pemodelan Statistical Downscaling untuk memproyeksikan curah hujan masa depan dari luaran General Circulation Model (GCM) dengan pemodelan hidrologi Soil and Water Assessment Tool (SWAT). Basis data historis dalam penelitian ini menggunakan data ERA5 periode 2000–2024 yang telah melalui proses koreksi bias dengan metode regresi power terhadap data observasi lapangan. Proyeksi masa depan disimulasikan menggunakan dua skenario emisi, yaitu skenario moderat Shared Socioeconomic Pathway (SSP2-4.5) dan skenario ekstrem (SSP5-8.5). Hasil penelitian menunjukkan adanya kestabilan tren pembasahan regional, di mana akumulasi curah hujan tahunan periode 2045–2049 diproyeksikan meningkat sebesar 26,19% pada skenario SSP2-4.5 dan 25,12% pada skenario SSP5-8.5 terhadap baseline historis (1.645,40 mm). Secara bulanan, lonjakan hujan masif terdeteksi pada musim kemarau (Juni–Oktober) dengan kenaikan berkisar antara 50% hingga 139%. Perubahan iklim ini memicu pergeseran garis dasar (baseline shift) limpasan permukaan yang signifikan. Rata-rata debit sungai meningkat dari 9,44 m3/s pada periode historis menjadi 29,24 m3/s pada skenario masa depan. Kondisi kritis banjir (peak flow) meningkat drastis sebesar 115% dari debit puncak historis 33,57 m3/s menjadi 72,44 m3/s pada skenario ekstrem SSP5-8.5. Sebaliknya, meskipun tren curah hujan minimum bulanan di musim kemarau diproyeksikan menurun (y = 0.2689x + 630.6), debit minimum sungai tetap terjaga stabil pada rentang 6,00 11,00 m3/s (SSP2-4.5) dan bertengger lebih tinggi pada kisaran 16,00–28,00 m3/s (SSP5-8.5). Fenomena ini membuktikan bahwa peningkatan hujan di musim basah mampu mengoptimalkan laju infiltrasi untuk pengisian ulang akuifer air tanah dangkal, sehingga baseflow bertindak sebagai penyangga hidrologis yang mereduksi risiko kekeringan ekstrem di DAS Citanduy Hulu.
Kata Kunci: Perubahan Iklim, DAS Citanduy Hulu, Statistical Downscaling, SWAT, Baseflow, Infiltrasi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 03:08 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 03:08 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7964 |
