INDASAH, SITI (2026) KEBAYA SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL PEREMPUAN PRIANGAN PADA MASA KOLONIAL BELANDA TAHUN 1900-1942. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (138kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (65kB)
3. LEMBAR PENGUJI.pdf
Download (67kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (62kB)
5. HALAMAN PRIBADI.pdf
Download (165kB)
6. ABSTRAK.pdf
Download (166kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (109kB)
8. UCAPAN TERIMAKASIH.pdf
Download (129kB)
9. DAFTAR ISI.pdf
Download (328kB)
10. BAB 1.pdf
Download (437kB)
11. BAB 2.pdf
Download (448kB)
12. BAB 3.pdf
Download (1MB)
13. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (554kB)
14. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (112kB)
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (186kB)
16. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
17. BIODATA PENULIS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (115kB)
Abstract
Penelitian ini membahas kebaya sebagai identitas sosial perempuan Priangan pada masa kolonial Belanda tahun 1900-1942. Kebaya dalam penelitian ini dipahami sebagai simbol yang mencerminkan kedudukan sosial perempuan dalam masyarakat Priangan yang berlapis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan budaya berpakaian perempuan di Priangan pada masa kolonial Belanda, menjelaskan ragam hias, gaya desain dan material kebaya yang mencerminkan hierarki sosial dan kelas sosial perempuan di Priangan tahun 1900 1942, serta menjelaskan kebaya berfungsi sebagai simbol identitas sosial perempuan Priangan pada masa kolonial Belanda. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan memanfaatkan sumber primer berupa arsip foto, surat kabar atau majalah masa kolonial, serta sumber sekunder berupa buku dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui kritik ekstern dan kritik intern, kemudian diinterpretasikan dengan pendekatan sejarah sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebaya berfungsi sebagai penanda identitas sosial perempuan di Priangan pada masa kolonial Belanda. Perempuan menak identik menggunakan kebaya berbahan halus dan mewah, perempuan santana memakai kebaya yang lebih sederhana dibawah menak, sedangkan perempuan cacah menggunakan kebaya katun yang praktis tanpa memfokuskan pada estetika kebaya. Perbedaan tersebut berkaitan dengan stratifikasi sosial masyarakat Priangan pada masa kolonial. Pada lapisan atas kebaya menjadi pakaian terhormat, sedangkan bagi lapisan menengah dan golongan cacah umumnya dipakai untuk bekerja sebagai petani, buruh, serta pekerja kasar. Dengan demikian, kebaya merepresentasikan kedudukan sosial, kehormatan, dan identitas kelompok dalam masyarakat kolonial di Priangan.
Kata Kunci: Kebaya, Simbol, Identitas Sosial, Priangan, Masa Kolonial.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 01:41 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 01:41 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7912 |
