GUNAWAN, DIMAS ALUN (2026) PERAN FASILITATOR DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (Studi Fenomenologi pada Peran Fasilitator di Yayasan Mentari Hati Kota Tasikmalaya). Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER (1).pdf
Download (175kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN (3).pdf
Download (179kB)
3. HALAMAN PENGUJI (1).pdf
Download (177kB)
4. HALAMAN PRIBADI.pdf
Download (145kB)
5. ABSTRAK (1).pdf
Download (235kB)
6. KATA PENGANTAR (1).pdf
Download (170kB)
7. UCAPAN TERIMAKASIH.pdf
Download (160kB)
8. DAFTAR ISI.pdf
Download (298kB)
9. BAB I.pdf
Download (226kB)
10, BAB II.pdf
Download (506kB)
11. BAB III.pdf
Download (311kB)
12. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (412kB)
13. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (175kB)
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (223kB)
15. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
16. BIOGRAFIS PENULIS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (170kB)
Abstract
Meningkatnya jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta belum optimalnya proses rehabilitasi dalam meningkatkan kemandirian pasien menjadi permasalahan mendasar di Yayasan Mentari Hati Kota Tasikmalaya. Keterbatasan sarana, prasarana, serta tenaga pendamping menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembinaan, sehingga peran fasilitator menjadi sangat penting dalam mendukung proses pemulihan dan kemandirian pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran fasilitator dalam meningkatkan kemandirian ODGJ di Yayasan Mentari Hati Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah fenomenologi dengan pendekatan kualitatif, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator memiliki empat peran utama, yaitu: (1) peran sebagai narasumber, meliputi penyampaian informasi secara adaptif dengan bahasa sederhana sesuai kondisi dan kemampuan pasien, serta pemberian dukungan emosional agar pasien merasa aman dan tidak sendirian dalam proses pemulihan; (2) peran sebagai pelatih, meliputi pendampingan langsung dalam aktivitas kehidupan sehari-hari (Activity of Daily Living) dan pelatihan keterampilan dasar secara bertahap melalui metode praktik dan pengulangan, serta pemberian dorongan untuk menumbuhkan kepercayaan diri pasien; (3) peran sebagai mediator, meliputi pengelolaan dinamika kelompok dengan menenangkan ketegangan antar pasien dan memfasilitasi komunikasi yang harmonis agar interaksi sosial berjalan kondusif; serta (4) peran sebagai penggerak, meliputi penumbuhan motivasi dan keyakinan diri pasien melalui dorongan positif, bimbingan bertahap, dan penciptaan suasana kegiatan yang menyenangkan guna mendorong kemandirian dan partisipasi aktif pasien. Simpulan dari penelitian ini adalah fasilitator memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemandirian ODGJ melalui pendampingan yang berkelanjutan dan adaptif, sehingga diperlukan peningkatan dukungan sarana, prasarana, dan kualitas fasilitator agar proses rehabilitasi dapat berjalan lebih optimal.
Kata Kunci: Peran Fasilitator, Kemandirian ODGJ, Rehabilitasi Sosial.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Masyarakat |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 07:23 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 07:23 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7808 |
