Mutaqin, Zulfan Hylmi (2026) ANALISIS WACANA KRITIS LIRIK “(KAMIS)” KARYA HINDIA. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (204kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (141kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (107kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (210kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (131kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (238kB)
7. BAB 1.pdf
Download (174kB)
8. BAB 2.pdf
Download (345kB)
9. BAB 3.pdf
Download (213kB)
10. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (508kB)
11. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (138kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (195kB)
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (159kB)
Abstract
Pada tahun 2025 kelompok musik Hindia merilis album Doves, ’25 on Blank Canvas. Dalam album tersebut salah satu lirik, (kamis) merepresentasikan suatu aksi kamisan sebagai bentuk aksi menuntut keadilan untuk korban pelanggaran HAM khususnya pada peristiwa Semanggi I. Untuk menganalisis diskursus kritik sosial dalam lirik (kamis), model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk memiliki tiga kerangka analisis. Yaitu analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Studi kasus tunggal adalah pendekatan penelitian memahami secara mendalam detail, hubungan, dan konteks dari satu entitas tertentu tanpa ada ambisi untuk membandingkannya dengan kasus lain atau membangun teori besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan pesan yang terkandung dalam lirik berjudul ‘(Kamis)’ karya grup musik Hindia, serta mengkaji keterkaitannya dengan fenomena Aksi Kamisan dan narasi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada Tragedi Semanggi I. Musik bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen kritik sosial dan politik yang mampu merepresentasikan memori kolektif masyarakat terhadap ketidakadilan masa lalu. Selain itu, penelitian ini juga meninjau kaitan lirik tersebut dengan Aksi Kamisan sebagai gerakan simbolik penuntutan keadilan yang konsisten dilakukan oleh keluarga korban Tragedi Semanggi I. Hasil menunjukkan lirik “(Kamis)” merupakan counter discourse terhadap dominasi negara khususnya terhadap keputusan panitia khusus DPR tahun 2009 sekaligus menjadi medium yang mempertahankan memori kolektif atas tragedi Semanggi I. analisis pada struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial, dapat disimpulkan bahwa lirik “(Kamis)” karya Hindia merupakan sebuah wacana kritis yang tidak hanya berfungsi sebagai produk seni, tetapi juga sebagai bentuk artikulasi sosial yang merepresentasikan relasi antara bahasa, kekuasaan, dan sejarah. Dalam perspektif Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk, suatu teks tidak dapat dipahami secara utuh tanpa melihat keterkaitannya dengan proses produksi kognitif serta konteks sosial-politik yang melingkupinya
Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Hindia, Aksi Kamisan, Tragedi Semanggi I, Pelanggaran HAM.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JC Political theory |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 07:50 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 07:50 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7352 |
