Militani, Ayu (2026) KRISIS POLITICAL BRANDING RIDWAN KAMIL PASCA PILKADA JAKARTA 2024 MELALUI MEDIA INSTAGRAM. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (175kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (462kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (346kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (264kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (229kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (259kB)
7. BAB 1.pdf
Download (287kB)
8. BAB 2.pdf
Download (491kB)
9. BAB 3.pdf
Download (278kB)
10. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
11. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (277kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (239kB)
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Krisis political branding Ridwan Kamil pasca Pilkada Jakarta 2024 menjadi salah satu fenomena penting dalam dinamika komunikasi politik digital di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana krisis political branding tersebut terbentuk, dimaknai, dan direproduksi melalui aktivitas komunikasi di Instagram serta bagaimana identitas politik Ridwan Kamil direfleksikan melalui elemen-elemen Brand identity prism. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Data diperoleh dari unggahan Instagram Ridwan Kamil pasca Pilkada 2024 dan komentar publik yang menyertainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis political branding Ridwan Kamil muncul melalui perubahan persepsi publik terkait kredibilitas, konsistensi pesan politik, serta ketidaksesuaian antara citra ideal yang dibangun dengan respons publik pasca kekalahan Pilkada. Melalui analisis Brand identity prism, ditemukan bahwa ketidakseimbangan antara dimensi personality, reflection, dan public image memperkuat konstruksi krisis identitas politik. Sementara itu, analisis terhadap komentar publik menunjukkan pola framing krisis yang didominasi oleh sorotan terhadap penurunan kepercayaan, kritik terhadap strategi komunikasi digital, serta evaluasi ulang terhadap kapabilitas kepemimpinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis political branding Ridwan Kamil pasca Pilkada Jakarta 2024 tidak hanya muncul dari faktor elektoral, tetapi juga dari dinamika interaksi publik di Instagram yang mempercepat pembentukan opini negatif dan memengaruhi stabilitas identitas politiknya. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kajian komunikasi politik digital terutama terkait konstruksi citra dan manajemen krisis melalui media sosial.
Kata Kunci : krisis political branding, Ridwan Kamil, Pilkada Jakarta 2024, Instagram, Brand identity prism.a
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JC Political theory |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:05 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:05 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7328 |
