MOBILISASI SUARA BERBASIS ETNIS (STUDI KASUS FORUM MASYARAKAT BATAK TASIKMALAYA (FORMABATA) DALAM PILKADA KOTA TASIKMALAYA 2024)

Sidabalok, Ari Junanto (2026) MOBILISASI SUARA BERBASIS ETNIS (STUDI KASUS FORUM MASYARAKAT BATAK TASIKMALAYA (FORMABATA) DALAM PILKADA KOTA TASIKMALAYA 2024). Other thesis, Universitas Siliwangi.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (133kB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan.pdf] Text
Lembar Pengesahan.pdf

Download (174kB)
[thumbnail of Lembar Pernyataan.pdf] Text
Lembar Pernyataan.pdf

Download (717kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (198kB)
[thumbnail of Daftar Isi - Daftar Tabel - Daftar Gambar.pdf] Text
Daftar Isi - Daftar Tabel - Daftar Gambar.pdf

Download (317kB)
[thumbnail of SKRIPSI Bab I.pdf] Text
SKRIPSI Bab I.pdf

Download (193kB)
[thumbnail of SKRIPSI Bab II.pdf] Text
SKRIPSI Bab II.pdf

Download (226kB)
[thumbnail of SKRIPSI Bab III.pdf] Text
SKRIPSI Bab III.pdf

Download (252kB)
[thumbnail of SKRIPSI Bab IV.pdf] Text
SKRIPSI Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (331kB)
[thumbnail of SKRIPSI Bab V.pdf] Text
SKRIPSI Bab V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (166kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (167kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (834kB)

Abstract

Keberadaan organisasi paguyuban kedaerahan di tanah perantauan sering kali tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi sosial, melainkan juga bertransformasi menjadi aktor kolektif yang aktif dalam mengarahkan dukungan suara kelompok minoritas di tengah dinamika politik elektoral lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai bagaimana mekanisme dan pola mobilisasi suara yang dilakukan oleh Paguyuban Formabata (Forum Masyarakat Batak Tasikmalaya) dalam kontestasi Pilkada Kota Tasikmalaya 2024. Fokus utama dari kajian ini diarahkan untuk menguji relevansi indikator-indikator hubungan patron-klien tradisional di era modern terhadap komunitas perantau, dengan menggunakan pisau analisis teori patron-klien yang dirumuskan oleh James C.Scott. Untuk membedah fenomena tersebut, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, yang bertujuan untuk menghasilkan gambaran rill dan kontekstual mengenai peta preferensi politik kelompok minoritas di tengah dominasi kebudayaan masyarakat mayoritas. Data lapangan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih secara purposive mencakup ketua umum, sekretaris, tokoh yang dituakan, hingga anggota di tingkat akar rumput, yang kemudian diperkuat melalui observasi serta studi dokumentasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga indikator teori patron-klien James C. Scott yang diuji di lapangan, faktor pertukaran materiil seperti politik uang, pembagian logistik, maupun jaminan akses pekerjaan serta faktor kedekatan kekerabatan tradisional ternyata tidak terbukti menjadi penggerak mobilisasi suara dalam Formabata. Pihak pengurus dan anggota Formabata secara ekonomi sosiologis sudah hidup mandiri dan mapan, baik yang bekerja di sektor formal maupun dunia wiraswasta, sehingga mereka memiliki komitmen kuat untuk menjaga marwah organisasi dan menolak keras segala bentuk politik uang jangka pendek. Sebaliknya, indikator yang terbukti paling kuat dan mutlak menggerakkan arah suara organisasi adalah kebutuhan akan jaminan keamanan dan perlindungan hukum. Sebagai komunitas minoritas keagamaan dan kebudayaan di Kota Tasikmalaya, Formabata membutuhkan jaminan perlindungan dari potensi gangguan oknum ormas lokal tertentu saat melaksanakan ibadah di gereja atau menggelar acara adat. Meskipun dalam realitas politiknya pasangan calon yang didukung tidak berhasil memenangkan Pilkada dan gerakan mobilisasi ini memiliki keterbatasan karena hanya mandek di lingkaran internal organisasi tanpa meluas ke jaringan eksternal masyarakat luar, penelitian ini berhasil memberikan dalil atau pembuktian baru. Bagi kelompok minoritas yang sudah mapan secara finansial, relasi patron-klien tidak lagi berjalan di atas motif transaksional ekonomi demi isi perut, melainkan telah bergeser menjadi ikatan strategis kolektif demi rasa aman, kebebasan berbudaya, dan pemenuhan hak sipil keagamaan di tanah perantauan.

Kata Kunci: Mobilisasi Suara, Paguyuban Formabata, Pilkada Tasikmalaya, Patron-Klien, Perlindungan Hukum.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JC Political theory
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Depositing User: user1 user1 user1
Date Deposited: 24 Aug 2026 01:52
Last Modified: 24 Aug 2026 01:52
URI: https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7327

Actions (login required)

View Item
View Item