BELLA, SINTA (2026) PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SPLDV DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA. Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (184kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (180kB)
3. LEMBAR PENGUJI.pdf
Download (210kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (201kB)
5. ABSTRAK.pdf
Download (161kB)
6. KATA PENGANTAR.pdf
Download (125kB)
7. DAFTAR ISI.pdf
Download (137kB)
8. DAFTAR TABEL.pdf
Download (140kB)
9. DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (175kB)
10. DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (149kB)
11. BAB I.pdf
Download (248kB)
12. BAB II.pdf
Download (638kB)
13. BAB III.pdf
Download (431kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
15. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (199kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (179kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
18. RIWAYAT HIDUP PENULIS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (118kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik dalam menyelesaikan masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) ditinjau dari kemampuan awal matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi nilai Ulangan Akhir Semester (UAS), tes kemampuan berpikir kritis matematis, dan wawancara. Instrumen penelitian meliputi dokumen nilai UAS, soal tes uraian berpikir kritis matematis pada materi SPLDV, dan pedoman wawancara. Sumber data penelitian adalah peserta didik kelas IX-B SMP Negeri 1 Sodonghilir, dengan subjek penelitian yang dipilih secara purposive berdasarkan kategori kemampuan awal matematika tinggi, sedang, dan rendah, yaitu S26-T, S2-S, dan S7-R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan kemampuan awal tinggi (S26-T) memiliki tingkat penguasaan yang tinggi pada seluruh indikator dengan pola berpikir kritis yang lengkap, reflektif, logis, serta mampu mengontrol proses berpikirnya secara mandiri pada seluruh indikator Facione (Interpretation, Analysis, Evaluation, Inference, Explanation, dan Self-regulation). Peserta didik dengan kemampuan awal sedang (S2-S) memiliki tingkat penguasaan yang memadai pada aspek prosedural dengan pola berpikir yang masih prosedural dan belum sepenuhnya reflektif; terdapat kesenjangan antara kemampuan prosedural dan kemampuan berpikir kritis, terutama pada indikator Explanation dan Self-regulation, sehingga subjek masih memerlukan bimbingan dan cenderung merasa ragu meskipun hasil pemeriksaannya sudah benar. Peserta didik dengan kemampuan awal rendah (S7 R) memiliki tingkat penguasaan yang masih rendah dan parsial dengan pola berpikir yang terputus sejak tahap Analysis; subjek mengalami hambatan pada Analysis, Evaluation, Inference, Explanation, dan Self-regulation, serta sangat bergantung pada bimbingan intensif karena beban kognitif yang berlebihan akibat kelemahan konsep prasyarat. Dengan demikian, kemampuan awal matematika menentukan tingkat dan pola penguasaan indikator berpikir kritis; semakin kuat penguasaan prasyarat, semakin lengkap dan berkesinambungan rantai kognitif Facione yang terbentuk, dan sebaliknya, semakin lemah prasyarat, semakin terputus alur berpikir kritis sejak tahap analisis Kata Kunci: Profil, Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, SPLDV, Kemampuan Awal Matematika.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QA Mathematics |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 07:35 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 07:35 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7274 |
