AULIA, ISMA (2026) ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE) TERHADAP KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH PESERTA DIDIK PADA MATERI ENERGI ALTERNATIF DITINJAU DARI PENALARAN ILMIAH (Kuasi Eksperimen pada Peserta Didik Kelas X di SMA Negeri 1 Cimaragas Tahun Ajaran 2025/2026). Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (164kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (384kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (298kB)
4. LEMBAR REKOMENDASI PENGUJI.pdf
Download (258kB)
5. ABSTRAK & ABSTRACT.pdf
Download (221kB)
6. KATA PENGANTAR.pdf
Download (180kB)
7. UCAPAN TERIMA KASIH.pdf
Download (137kB)
8. DAFTAR ISI.pdf
Download (356kB)
9. BAB 1.pdf
Download (280kB)
10. BAB 2.pdf
Download (734kB)
11. BAB 3.pdf
Download (914kB)
12. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (639kB)
13. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (202kB)
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (230kB)
15. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB)
16. RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (136kB)
Abstract
Rendahnya kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik di SMA Negeri 1 Cimaragas menjadi latar belakang penelitian ini. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model CORE terhadap kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik pada materi energi alternatif, mengetahui perbedaan kemampuan argumentasi ilmiah antara peserta didik dengan tingkat penalaran ilmiah tinggi dan rendah, serta mengetahui interaksi antara model CORE dan penalaran ilmiah terhadap kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2×2. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Cimaragas dengan populasi sebanyak 4 kelas. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh kelas X-E3 sebagai kelas eksperimen dan X-E2 sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data berupa LCTSR untuk mengukur penalaran ilmiah dan posttest yang terdiri dari enam butir soal uraian untuk mengukur empat indikator kemampuan argumentasi ilmiah. Hasil uji hipotesis menggunakan anava dua arah pada taraf signifikansi α = 0,05 menunjukkan bahwa model pembelajaran CORE berpengaruh signifikan terhadap kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik. Selain itu, terdapat perbedaan kemampuan argumentasi ilmiah antara peserta didik dengan tingkat penalaran ilmiah tinggi dan rendah. Namun, tidak terdapat interaksi antara model CORE dan penalaran ilmiah terhadap kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik pada materi energi alternatif. Penelitian ini berimplikasi bagi guru dalam merancang pembelajaran berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi, khususnya melatih peserta didik menyusun struktur argumen yang logis melalui sintaks CORE. Bagi peserta didik, model CORE memberikan pengalaman belajar bermakna yang berpotensi meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah. Kata kunci: Energi Altenatif, Kemampuan Argumentasi Ilmiah, Model Pembelajaran CORE, Penalaran Ilmiah
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QC Physics |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Fisika |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 02:03 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 02:03 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/7200 |
