ZAHRA, FIEKA AMALIA (2026) TAMAN ISMAIL MARZUKI (TIM) SEBAGAI PUSAT KESENIAN MASYARAKAT JAKARTA TAHUN 1968-1978. Other thesis, Universitas siliwangi.
01 Cover.pdf
Download (27kB)
02 Lembar Pengesahan.pdf
Download (511kB)
03 Lembar Penguji untuk CD.pdf
Download (474kB)
04 Lembar Pernyataan untuk CD.pdf
Download (538kB)
05 Abstrak.pdf
Download (7kB)
06 Abstract.pdf
Download (7kB)
07 Kata Pengantar.pdf
Download (122kB)
08 Ucapan Terima Kasih.pdf
Download (11kB)
09 Daftar Isi.pdf
Download (15kB)
10 Daftar Gambar.pdf
Download (124kB)
11 Daftar Tabel.pdf
Download (4kB)
12 Daftar Lampiran.pdf
Download (5kB)
13 BAB 1.pdf
Download (426kB)
14 BAB 2.pdf
Download (195kB)
15 BAB 3.pdf
Download (1MB)
16 BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (675kB)
17 BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11kB)
18 Daftar Pustaka.pdf
Download (138kB)
19 Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji peran Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat kesenian masyarakat Jakarta pada periode 1968-1978. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang dan proses pendirian TIM pada tahun 1968, pembangunan fasilitas penunjang kesenian yang berlangsung, serta ragam kegiatan kesenian yang berkembang di dalamnya sepanjang kurun periode tersebut. Kajian ini berupaya menganalisis fungsi dan posisi TIM dalam dinamika kesenian Jakarta, sekaligus menilai kontribusinya terhadap perkembangan kehidupan seni masyarakat Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis yang meliputi lima tahap yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Pada tahap heuristik, peneliti menghimpun berbagai sumber primer dan sekunder berupa arsip dari Dewan Kesenian Jakarta, surat kabar sezaman, buku, serta wawancara. Verifikasi dilakukan untuk menilai keaslian dan kredibilitas data yang diperoleh, sedangkan interpretasi digunakan untuk menafsirkan fakta fakta sejarah dalam konteks sosial, seni, dan kebudayaan di Jakarta pada era awal Orde Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendirian TIM berkaitan dengan kebutuhan para seniman terhadap wadah ekspresi seni yang representatif, dengan dukungan kuat dari Gubernur Ali Sadikin. Pembangunan fasilitas penunjang kesenian di TIM dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan dengan perkembangan aktivitas seni yang terus meningkat. Fasilitas tersebut menjadi fondasi bagi tumbuhnya kegiatan teater, seni rupa, musik, sastra, dan tari. Sepanjang periode 1968-1978, TIM berfungsi sebagai ruang pementasan, diskusi, dan pertukaran gagasan antara seniman dan masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya kesinambungan kebijakan seni dan budaya, keterlibatan seniman, serta dukungan fasilitas agar pusat kesenian tetap relevan bagi masyarakat lintas generasi di masa depan yang terus berkembang.
Kata Kunci: Interaksi Sosial, Jakarta, Perkembangan Seni, Pusat Kesenian, Taman Ismail Marzuki
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 11 May 2026 02:29 |
| Last Modified: | 11 May 2026 02:29 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6638 |
