Nurhasanah, Shiti (2025) IMPLEMENTASIKEBIJAKANLINGKUNGANHIDUP KOTATASIKMALAYA(StudiTentang Pengelolaan Limbah Medis di RSUDTasikmalaya). Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (347kB)
2. LEMBAR PENGSAHAN.pdf
Download (165kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (53kB)
4. HALAMAN MOTO.pdf
Download (85kB)
5. ABSTRAK.pdf
Download (164kB)
6. KATA PENGANTAR.pdf
Download (122kB)
7. DAFTAR ISI.pdf
Download (146kB)
8. DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (81kB)
9. DAFTAR TABEL.pdf
Download (84kB)
10. DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (81kB)
11. BAB 1.pdf
Download (228kB)
12. BAB 2.pdf
Download (326kB)
13. BAB 3.pdf
Download (324kB)
14. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (985kB)
15. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (211kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (122kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (13MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya dalam pengelolaan limbah medis di RSUD dr. Soekardjo. Latar belakang penelitian didasarkan pada urgensi pengelolaan limbah medis yang aman dan sesuai regulasi, khususnya pada masa pandemi COVID-19 yang menyebabkan peningkatan signifikan volume dan risiko limbah medis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap DLH Kota Tasikmalaya, pihak RSUD dr. Soekardjo, serta pemangku kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan limbah medis di RSUD dr. Soekardjo telah dilaksanakan sesuai dengan kerangka regulasi yang berlaku, yaitu Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021. Kejelasan standar dan tujuan kebijakan tercermin dari penerapan pemilahan limbah medis yang relatif disiplin oleh RSUD serta pelaksanaan fungsi pengawasan dan pemantauan rutin oleh DLH Kota Tasikmalaya. Namun demikian, implementasi kebijakan belum sepenuhnya optimal, yang ditandai oleh keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan fasilitas teknis pengolahan limbah, belum adanya nota kesepahaman (MoU) yang mengatur koordinasi formal antara DLH dan RSUD, serta tingginya ketergantungan RSUD terhadap pihak ketiga dalam proses pemusnahan limbah medis. Selain itu, lonjakan volume limbah medis selama pandemi COVID-19 turut menjadi faktor penghambat efektivitas implementasi kebijakan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan limbah medis oleh DLH Kota Tasikmalaya berada pada kategori cukup efektif, namun masih memerlukan penguatan koordinasi kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya, serta perumusan strategi kebijakan yang berkelanjutan agar tata kelola limbah medis di Kota Tasikmalaya dapat berjalan lebih optimal dan responsif terhadap situasi krisis di masa mendatang.
Kata kunci: Implementasi Kebijakan Publik, Pengelolaan Limbah Medis, RSUDTasikmalaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), UU No. 32Tahun 2009, PPNo. 101Tahun 2014, dan Permen LHK No. 6Tahun 2021
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 02:00 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 02:00 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6358 |
