Azzahra, Raisha (2025) HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPEDES KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2025. Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (39kB)
2. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (237kB)
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (278kB)
4. HALAMAN PERSEMBAHAN.pdf
Download (202kB)
5. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Download (323kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (350kB)
7. PERNYATAAN.pdf
Download (242kB)
8. KATA PENGANTAR.pdf
Download (415kB)
9. ABSTRAK INDONESIA DAN INGGRIS.pdf
Download (208kB)
10. BAB I.pdf
Download (336kB)
11. BAB II.pdf
Download (403kB)
12. BAB III.pdf
Download (396kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (619kB)
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (244kB)
15. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (207kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (325kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
SKRIPSI RAISHA AZZAHRA_214101093 (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, jumlah kasus diare pada tahun 2024 yaitu sebanyak 17.845 kasus. Pada tahun 2024, puskesmas dengan kasus diare tertinggi diurutan pertama yaitu Puskesmas Cipedes dengan jumlah kasus sebanyak 513. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dengan kejadian diare pada di wilayah kerja Puskesmas Cipedes tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan desain studi case control. Penelitian ini memiliki variabel bebas berupa sarana jamban sehat, sarana air bersih, sarana pengelolaan sampah, serta pengelolaan air minum dan makanan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian diare. Jumlah sampel pada masing-masing kelompok, baik kasus maupun kontrol, sebanyak 58 responden. Pengambilan sampel kelompok kasus dilakukan dengan teknik total sampling, sedangkan pada kelompok kontrol menggunakan metode purposive sampling. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan pada sarana jamban sehat dengan kejadian diare serta terdapat hubungan antara sarana air bersih (OR = 2,508), sarana pengelolaan sampah (OR = 2,681), dan pengelolaan air minum dan makanan (OR = 3, 636) dengan kejadian diare. Masyarakat diharapkan dapat lebih memperhatikan aspek kondisi lingkungan rumah, khususnya sarana jamban sehat, sarana air bersih, sarana pengelolaan sampah, serta pengelolaan air minum dan makanan agar terhindar dari risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare.
Kata kunci: Diare, faktor lingkungan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 03:43 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 03:43 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6313 |
