SONDARI, FITRI (2025) ANALISIS POTENSI SENYAWA AKTIF PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk.) SEBAGAI KANDIDAT ANTIKANKER PADA OVARIUM SECARA IN SILICO UNTUK SUMBER BELAJAR BIOLOGI. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (195kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (234kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (225kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (190kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (208kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (450kB)
7. BAB 1.pdf
Download (592kB)
8. BAB 2.pdf
Download (533kB)
9. BAB 3.pdf
Download (4MB)
10. BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (724kB)
11. BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (236kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (236kB)
13. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
14. RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (142kB)
Abstract
Kanker ovarium merupakan salah satu kanker dengan tingkat mortalitas tinggi. Terapi konvensional sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbahan alami yang lebih aman. Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antikanker melalui penghambatan PARP2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis potensi senyawa aktif Purwoceng sebagai kandidat antikanker ovarium secara in silico untuk sumber belajar biologi. Metode penelitian ini yaitu in silico screening melalui molecular docking dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil GC-MS sampel kalus Purwoceng mengidentifikasi 40 senyawa metabolit sekunder, 3 diantaranya dijadikan ligan uji karena berpotensi sebagai antikanker yaitu Phen 1,4-diol 2,3-dimethyl-5-trifluoromethyl-, Phorbol, dan 9-Hexadecenoic acid. Ligan kontrol yang digunakan adalah 3-aminobenzamide dengan protein target yaitu PARP2 (PDB ID: 3KCZ). Hasil analisis molecular docking menunjukkan Phorbol memiliki afinitas terbaik (-9.3 kcal/mol), diikuti Phen-1,4-diol 2,3-dimethyl-5 trifluoromethyl- (-7.5 kcal/mol), keduanya lebih baik dibandingkan ligan kontrol (-6.5 kcal/mol). Analisis fisikokimia menunjukkan seluruh ligan uji memenuhi Lipinski’s Rule of Five. Analisis farmakokinetik menunjukkan bahwa tidak ada ligan uji yang memenuhi seluruh parameter secara optimal. Phen-1,4-diol, 2,3 dimethyl-5-trifluoromethyl- teridentifikasi sebagai inhibitor CYP1A2, Phorbol merupakan substrat P-gp dan memiliki permeabilitas kulit rendah, sedangkan 9 hexadecenoic acid memiliki nilai total clearance yang paling tinggi, sehingga diprediksi mengalami eliminasi yang lebih cepat dari dalam tubuh. Berdasarkan analisis toksisitas, 9-hexadecenoic acid tergolong sangat toksik (kelas 2), Phen-1,4 diol 2,3-dimethyl-5-trifluoromethyl- berada pada kategori toksik sedang (kelas 4), dan Phorbol tidak toksik secara akut (kelas 6) tetapi memiliki aktivitas imunotoksik dan mutagenik. Secara keseluruhan, Phen-1,4-diol 2,3-dimethyl-5-trifluoromethyl- merupakan kandidat paling potensial sebagai antikanker ovarium. Penelitian ini menghasilkan booklet sebagai sumber belajar biologi.
Kata Kunci: Purwoceng; in silico; PARP2; molecular docking; antikanker ovarium.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QH Natural history > QH301 Biology |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 07:04 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 07:04 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6186 |
