Rosemary, Julia (2025) GERAKAN SOSIAL BARU LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM) TAMAN JINGGA DALAM PENDAMPINGAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA TASIKMALAYA. Other thesis, Universitas Siliwangi.
ABSTRAK.pdf
Download (591kB)
BAB I.pdf
Download (584kB)
BAB II.pdf
Download (819kB)
BAB III.pdf
Download (634kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (571kB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (942kB)
BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (520kB)
COVER.pdf
Download (336kB)
DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (726kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (518kB)
DOKUMENTASI.pdf
Download (657kB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (422kB)
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (510kB)
Lembar Pengesahann.pdf
Download (906kB)
Lembar Pernyataan.pdf
Download (829kB)
Abstract
Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak terus menunjukkan peningkatan, termasuk di Kota Tasikmalaya. Kondisi ini menuntut hadirnya aktor non-negara yang mampu memberikan pendampingan langsung sekaligus memperjuangkan pemenuhan hak korban. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Taman Jingga menjadi salah satu organisasi masyarakat sipil yang aktif memberikan layanan pendampingan hukum, psikologis, serta edukasi publik terkait isu kekerasan berbasis gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gerakan sosial baru yang dilakukan LSM Taman Jingga termanifestasi dalam praktik pendampingan korban kekerasan seksual di Kota Tasikmalaya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus LSM, korban, serta pihak pemerintah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Jingga tidak hanya bertindak sebagai penyedia layanan, tetapi juga sebagai aktor gerakan sosial baru yang membangun solidaritas masyarakat, melakukan advokasi nilai, serta mendorong perubahan cara pandang publik terhadap isu kekerasan seksual. Strategi yang digunakan meliputi pendampingan hukum, pemulihan psikososial, kampanye edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta advokasi kebijakan. Penelitian ini juga menemukan adanya sejumlah tantangan, termasuk kultur patriarki, victim blaming, minimnya dukungan anggaran pemerintah, serta tingginya risiko psikologis bagi pendamping. Dengan demikian, Taman Jingga berperan signifikan sebagai penggerak perubahan sosial lokal yang berfokus pada pemenuhan hak korban dan pembentukan ruang sosial yang lebih aman bagi perempuan dan anak.
Kata Kunci: Kekerasan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Penanganan, Gerakan Sosial Baru
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 06:20 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 06:20 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6180 |
