RENADY, RENO (2025) PERAN PENDAMPING DALAM PENGUATAN KELEMBAGAAN PERHUTANAN SOSIAL. Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (109kB)
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (905kB)
3. HALAMAN PENGUJI.pdf
Download (768kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH.pdf
Download (854kB)
5. LEMBAR PRIBADI.pdf
Download (65kB)
6. ABSTRAK.pdf
Download (191kB)
7. KATA PENGANTAR 2.pdf
Download (1MB)
8. UCAPAN TERIMA KASIH.pdf
Download (127kB)
9. DAFTAR ISI.pdf
Download (142kB)
10. BAB I.pdf
Download (226kB)
11. BAB II.pdf
Download (693kB)
12. BAB III.pdf
Download (353kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (534kB)
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (147kB)
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (185kB)
16. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Keterbatasan akses legal masyarakat terhadap hutan menyebabkan ketimpangan pengelolaan sumber daya alam. Melalui Perhutanan Sosial, pemerintah memberi hak kelola hutan secara adil dan berkelanjutan namun kelompok pengelola masih menghadapi kendala partisipasi, modal, dan perlu pendampingan berkelanjutan. Oleh karena itu, peran pendamping menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasistas kelembagaan Kelompok Perhutanan Sosial, agar mampu mandiri dan berdaya secara ekonomi maupun sosial. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran pendamping Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) dalam penguatan kelembagaan Kelompok Perhutanan Sosial Mulya Tani Satu di Desa Ibun, Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendamping AP2SI memiliki empat peran utama dalam proses penguatan kelembagaan, yaitu: Peran pendamping dalam pengelolaan hutan masyarakat meliputi: (1) peran memfasilitasi, yaitu memberikan motivasi, dukungan, mediasi, serta mengorganisasi kegiatan melalui keterlibatan aktif dan keteladanan; (2) peran edukasi, dengan menyelenggarakan pelatihan keterampilan praktis bersama ahli maupun pendamping itu sendiri, serta meningkatkan kesadaran kritis anggota terkait hak, tugas, dan kewajiban; (3) peran perwakilan, yaitu menjembatani hubungan masyarakat dengan pihak luar seperti pemangku kebijakan, ahli, dan mitra pasar; serta (4) peran teknis, yang mencakup penggunaan dan pengembangan keterampilan teknis serta pelibatan masyarakat dalam kegiatan pelatihan, edukasi, dan rapat bersama pendamping maupun ahli. Simpulan bahwa pendamping berperan terhadap peningkatan kapasitas kelembagaan, kemandirian organisasi, serta kesejahteraan anggota kelompok lebih terarah dalam pengelolaan hutan secara lestari, serta meningkatkan hasil ekonomi masyarakat sekitar.
Kata Kunci: Peran Pendamping, Penguatan Kelembagaan, Kelompok Perhutanan Sosial.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Masyarakat |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 06:25 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 06:25 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6079 |
