Usnawati, Mita (2025) RESISTENSI STRUKTUR PATRIARKI DALAM ANALISA KEKALAHAN NURHAYATI PADA PILKADA KOTA TASIKMALAYA 2024. Other thesis, Universitas siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (70kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (377kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (368kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (191kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (133kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (171kB)
7. BAB I.pdf
Download (171kB)
8. BAB II.pdf
Download (212kB)
9. BAB III.pdf
Download (189kB)
10. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (415kB)
11. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (120kB)
12. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (130kB)
13.LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (312kB)
Abstract
Rendahnya keterlibatan dan kepemimpinan perempuan dalam politik di Indonesia masih menjadi permasalahan signifikan, termasuk dalam ranah politik lokal seperti pada Pilkada Kota Tasikmalaya 2024. Dimana Struktur-struktur budaya patriarki menciptakan hambatan sistemik yang membatasi ruang gerak perempuan, termasuk dalam ranah politik. Fenomena ini tercermin dalam Pilkada Kota Tasikmalaya 2024, dimana Nurhayati maju sebagai calon kepala daerah, meskipun terdapat dominasi kandidat laki-laki dalam pencalonan, serta kultur sosial kota Tasikmalaya yang cenderung patriarki, Nurhayati mencoba melakukan resistensi terhadap budaya patriarki yang ada dengan tetap maju mencalonkan diri sebagai kepala daerah perempuan pertama di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan Teori Struktur Patriarki Sylvia Walby, yang mencakup enam dimensi utama, produksi domestik, pekerjaan berbayar, kekerasan, hubungan budaya, relasi negara, dan seksualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat resistensi struktur patriarki yang dilakukan Nurhayati dalam pelaksanana Pilkada Kota Tasikmalaya 2024, sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sylvia Walby dalam teori struktur patriarki, terdapat enam struktur patriarki yang menghambat atau membatasi kebebasan dan kesempatan perempuan dibandingkan laki-laki. Dalam studi kasus Nurhayati ini terdapat tiga resistensi struktur patriarki, yaitu produksi rumah tangga, budaya dan seksualitas. Nurhayati mencoba melakukan resistensi atau perlawanan terhadap ketiga struktur budaya patriarki tersebut dengan beberapa strategi, diantaranya Nurhayati melakukan resistensi dengan cara langsung menyasar pemilih perempuan melalui berbagai strategi kampanye. Nurhayati secara intensif hadir dalam pengajian-pengajian yang didominasi ibu ibu, mengadakan tatap muka di TPS, serta membuka ruang dialog khusus dengan kelompok perempuan. Kemudian Ia mencoba melawannya dengan membuka ruang dialog bersama organisasi keagamaan dan masyarakat, seperti NU, Muhammadiyah, hingga Persis
Kata Kunci: Resistensi Struktur Patriarki, kekalahan Nurhayati, kepemimpinan perempuan, Pilkada Kota Tasikmalaya 2024.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 06:43 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 06:43 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/6014 |
