ANALISIS PENGARUH SISTEM DILATASI TERHADAP PERILAKU STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG TUGAS AKHIR

PRATAMA, ADJIE (2025) ANALISIS PENGARUH SISTEM DILATASI TERHADAP PERILAKU STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG TUGAS AKHIR. Other thesis, Universitas siliwangi.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (86kB)
[thumbnail of 2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf] Text
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (140kB)
[thumbnail of 3. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN.pdf] Text
3. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN.pdf

Download (102kB)
[thumbnail of 4. ABSTRAK.pdf] Text
4. ABSTRAK.pdf

Download (340kB)
[thumbnail of 5. KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR.pdf] Text
5. KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 6. BAB I.pdf] Text
6. BAB I.pdf

Download (280kB)
[thumbnail of 7. BAB II.pdf] Text
7. BAB II.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 8. BAB III.pdf] Text
8. BAB III.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 9. BAB IV.pdf] Text
9. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[thumbnail of 10. BAB V.pdf] Text
10. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (250kB)
[thumbnail of 11. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (242kB)
[thumbnail of 12. LAMPIRAN.pdf] Text
12. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Torsi merupakan salah satu penyebab terjadinya keruntuhan atau deformasi pada bangunan. Pengaruh torsi yang cukup besar ditemukan ketika beban gempa bekerja pada bangunan yang memiliki bentuk tidak beraturan. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan antara pusat massa dan pusat kekakuan pada bangunan tersebut. Pemisahan struktur, atau yang biasa disebut dengan sistem dilatasi, merupakan upaya untuk mengurangi potensi terjadinya keruntuhan bangunan akibat beban gempa. Terdapat struktur gedung beton bertulang 10 lantai ber-layout O dengan bukaan yang cukup besar pada bagian tengahnya. Penelitian ini dilakukan dengan memisahkan struktur gedung menjadi 4 bagian. Tujuannya adalah untuk membandingkan perilaku struktur sebelum dan setelah dilakukan pemisahan struktur. Jenis dilatasi yang digunakan, yaitu dilatasi dua kolom dan dilatasi balok kantilever. Analisis struktur dilakukan dengan bantuan peranglat lunak. Struktur terbaik yang ditinjau berdasarkan perilaku struktur serta gaya-gaya dalamnya selanjutnya dilakukan perancangan elemen struktur atasnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem dilatasi mampu mengurangi pengaruh torsi yang besar dan menghindari terjadinya ketidakberaturan konfigurasi horizontal akibat adanya bukaan diafragma yang cukup besar. Selain itu, dapat diketahui bahwa Model 1 dan Model 2 gedung dengan dilatasi membutuhkan jumlah modal yang lebih sedikit dibandingkan gedung tanpa dilatasi untuk mencapai partisipasi massa 90%, yaitu sebanyak 8 modal. Namun, setelah dilakukan pemisahan struktur, Model 1 dan Model 2 gedung dengan dilatasi tidak lagi memiliki shear wall pada strukturnya, sehingga kekakuan bangunan menjadi berkurang. Kekakuan bangunan berpengaruh terhadap nilai periode fundamental dan simpangan antartingkat. Periode fundamental Model 3 dan Model 4 gedung dengan dilatasi lebih kecil dibandingkan gedung tanpa dilatasi (T tanpa dilatasi = 0,824, T dua kolom = 0,753, dan T balok kantilever = 0,748). Akibatnya, simpangan antartingkatnya juga lebih kecil dibandingkan gedung tanpa dilatasi. Sementara itu, Model 1 dan Model 2 lebih kecil hanya pada 4 tingkat teratas saja. Berdasarkan perbandingan perilaku struktur, gedung dengan dilatasi dua kolom memiliki kinerja terbaik ketika dikenai beban gempa.

Kata Kunci: Beban Gempa; Dilatasi; Ketidakberaturan; Torsi

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: user2 user2 user2
Date Deposited: 18 Feb 2026 02:47
Last Modified: 18 Feb 2026 02:47
URI: https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/5982

Actions (login required)

View Item
View Item