FAUZIAH, SILVI (2025) PENGARUH INVIGORASI DENGAN ANTIOKSIDAN ALAMI TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KEDELAI (Glycine max (L.) Merill). Other thesis, Universitas Siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (169kB)
2 PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT.pdf
Download (172kB)
3 ABSTRAK.pdf
Download (200kB)
4 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (158kB)
5 KATA PENGANTAR.pdf
Download (190kB)
6 DAFTAR ISI.pdf
Download (215kB)
7 DAFTAR TABEL.pdf
Download (119kB)
8 DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (169kB)
9 DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (120kB)
10 BAB I.pdf
Download (229kB)
11 BAB II.pdf
Download (248kB)
12 BAB III.pdf
Download (307kB)
13 BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (286kB)
14 BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (157kB)
15 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (220kB)
16 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (411kB)
Abstract
Faktor pembatas peningkatan produksi kedelai adalah cepatnya kemunduran benih selama penyimpanan. Hal ini disebabkan benih kedelai memiliki kadar lemak yang tinggi, sehingga menghasilkan radikal bebas yang dapat menyebabkan deteriorasi benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh invigorasi benih kedelai menggunakan antioksidan alami terhadap viabilitas dan vigor benih. Invigorasi merupakan perlakuan yang diberikan terhadap benih sebelum penanaman dengan tujuan memperbaiki perkecambahan dan pertumbuhan kecambah, pemberian antioksidan alami diharapkan dapat melindungi benih dari kerusakan oksidatif yang dapat menurunkan viabilitas dan vigor benih. Percobaan dilakukan di Screen House dan Laboratorium Produksi Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu vitamin C, ekstrak buah mengkudu, ekstrak kulit buah manggis, ekstrak kulit buah nanas dan esktrak kulit buah mangga. Data penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam kemudian dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa benih yang diberi perlakuan antioksidan mengalami peningkatan daya berkecambah sebesar 94,40% dan kecepatan berkecambah sebesar 13,49 % etmal. Namun, perlakuan ini tidak memberikan pengaruh terhadap parameter panjang radikula, panjang plumula, dan bobot kering kecambah normal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa invigorasi menggunakan antioksidan alami berpengaruh terhadap daya berkecambah dan kecepatan berkecambah benih kedelai. Perlakuan invigorasi dengan ekstrak kulit buah mangga memberikan pengaruh terbaik dalam meningkatkan perkecambahan benih kedelai yang telah mengalami deteriorasi.
Kata kunci: Antioksidan alami, Invigorasi, Kedelai, Viabilitas, Vigor
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 08:05 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 08:05 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/5948 |
