Meliana, Puput Nur (2023) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENELAAH STRUKTUR DAN ASPEK KEBAHASAAN SERTA MENGUNGKAPKAN PENGALAMAN DAN GAGASAN DALAM BENTUK CERITA PENDEK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION. Other thesis, Universitas siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (73kB)
2 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (238kB)
3 LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (233kB)
4 ABSTRAK.pdf
Download (60kB)
5 KATA PENGANTAR.pdf
Download (127kB)
6 DAFTAR ISI TABEL GAMBAR GRAFIK.pdf
Download (94kB)
7 BAB 1.pdf
Download (170kB)
8 BAB 2.pdf
Download (290kB)
9 BAB 3.pdf
Download (185kB)
10 BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (656kB)
11 BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (62kB)
12 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (64kB)
13 DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (72kB)
14 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, cerita pendek merupakan salah satu materi pembelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas IX. Meskipun demikian, berdasarkan informasi yang penulis peroleh, di SMPN 8 Tasikmalaya khususnya kelas IX B banyak peserta didik yang belum mampu menentukan struktur cerita pendek, menentukan aspek kebahasaan cerita pendek dan mengungkapkan ide atau gagasan untuk menulis cerita pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dapat atau tidaknya model pembelajaran Team Assisted Individualization meningkatkan kemampuan menelaah struktur dan aspek kebahasaan, serta mengungkapkan pengalaman dan gagasan dalam bentuk cerita pendek dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan pada peserta didik kelas IX SMPN 8 Tasikmalaya Tahun Ajaran 2023/2024. Penulis menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dan menggunakan teknik observasi, wawancara, serta tes. Sumber data penelitian ini adalah peserta didik kelas IX B SMPN 8 Tasikmalaya Tahun Ajaran 2023/2024. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa pada siklus ke 1 (kompetensi pengetahuan) terdapat 7 peserta didik (24,14%) yang mampu mencapai KKM dan 22 peserta didik (75,86%) yang belum mencapai KKM. Pada siklus ke-2 seluruh peserta didik (100%) sudah mencapai KKM. Pada siklus ke-1 (kompetensi keterampilan), terdapat 12 peserta didik (41,38%) yang mampu mencapai KKM dan 17 peserta didik (58,62%) yang belum mencapai KKM sedangkan pada siklus ke-2 seluruh peserta didik (100%) mampu mencapai KKM. Selain itu, berdasarkan Uji Wilcoxon, diperoleh hasil Whitung lebih kecil daripada nilai Wtabel (98,4) dalam taraf signifikasi 0,01. Artinya model pembelajaran Team Assisted Individualization dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menelaah struktur dan aspek kebahasaan, serta mengungkapkan pengalaman dan gagasan dalam bentuk cerita pendek.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | P Language and Literature > PK Indo-Iranian |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | user2 user2 user2 |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 01:17 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 01:17 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/5826 |
