Nurhasanah, Ai Dela (2025) KOMUNIKASI DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2021-2024. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (47kB)
2. LEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (74kB)
3. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (207kB)
4. ABSTRAK.pdf
Download (113kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (164kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (95kB)
7. DAFTAR TABEL.pdf
Download (45kB)
8. DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (47kB)
9. BAB I.pdf
Download (404kB)
10. BAB II.pdf
Download (252kB)
11. BAB III.pdf
Download (74kB)
12. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (524kB)
13. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (62kB)
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (184kB)
15. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (802kB)
Abstract
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2023 untuk percepatan penurunan stunting demi tercapainya target nasional 14% pada tahun 2024. Namun, pada kenyataannya setelah ditetapkan peraturan tersebut masih belum bisa mencapai target 14% di tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi dalam implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting serta tantangan dan hambatannya. Teori yang digunakan adalah teori Geoge Edward III yang berfokus pada indikator komunikasi, yang dianggap sangat relevan untuk menganalisis komunikasi kebijakan publik di Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling, serta uji validitas menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tasikmalaya telah berjalan cukup efektif melalui koordinasi lintas sektor dalam wadah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Proses transmisi pesan kebijakan berjalan baik dari tingkat pusat hingga desa melalui rapat koordinasi, sosialisasi, dan edukasi masyarakat. Kejelasan pesan tercermin dari penyampaian informasi yang disesuaikan dengan karakteristik sasaran dan dikomunikasikan melalui berbagai media seperti radio, media sosial, dan komunikasi interpersonal oleh tenaga kesehatan dan kader posyandu. Konsistensi kebijakan terlihat dari keseragaman arah pelaksanaan antar instansi serta evaluasi rutin yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga kesinambungan program. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kebijakan penurunan stunting. Meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan anggaran, sumber daya manusia yang belum merata, serta kondisi geografis yang menantang, pemerintah daerah telah menunjukkan komitmen kuat melalui sinergi lintas sektor dan inovasi komunikasi. Program unggulan seperti “Jas Dolis” menjadi contoh praktik baik yang mendukung keberlanjutan kebijakan dan mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya.
Kata Kunci: Komunikasi, Penurunan Stunting, Implementasi Kebijakan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 01:50 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 01:50 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/5652 |
