HANIFAH, SALMA A (2025) EFEKTIVITAS FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN TANAMAN KAYU APU, KIAMBANG, DAN ECENG GONDOK DALAM MENURUNKAN KADAR KROMIUM PADA LIMBAH CAIR PENYAMAKAN KULIT. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (29kB)
2. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (112kB)
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (154kB)
4. HALAMAN PERSEMBAHAN.pdf
Download (120kB)
5. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (71kB)
6. DAFTAR ISI.pdf
Download (100kB)
7. PERNYATAAN.pdf
Download (146kB)
8. KARA PENGANTAR.pdf
Download (129kB)
9. ABSTRAK INDONESIA DAN INGGRIS.pdf
Download (194kB)
10. BAB I.pdf
Download (82kB)
11. BAB II.pdf
Download (359kB)
12. BAB III.pdf
Download (199kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (159kB)
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (155kB)
15. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (127kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (206kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Indonesia adalah salah satu negara dengan sektor industri yang berkembang pesat. Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah yang terkenal dengan industri penyamakan kulit. Di samping itu, industri penyamakan kulit menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar dan mengandung bahan kimia salah satunya adalah kromium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tanaman kayu apu, kiambang, dan eceng gondok dalam menurunkan kadar kromium pada limbah cair penyamakan kulit. Sampel limbah yang digunakan diambil dari kolam pengendapan salah satu industri penyamakan kulit di Sukaregang, Kabupaten Garut dengan konsentrasi limbah 40% dan fitoremediasi dilakukan selama 7 hari menggunakan tanaman kayu apu, kiambang, dan eceng gondok dengan berat masing-masing ±300 gr dengan 6 replikasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperiment dengan rancangan pre and post test. Variabel bebas penelitian ini adalah jenis tanaman dan variabel terikatnya adalah kadar kromium. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kadar kromium sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer Flame. Hasil uji statistik dengan Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar kromium sebelum dan sesudah fitoremediasi menggunakan tanaman kayu apu, kiambang, dan eceng gondok (p ≤ 0,05) selanjutnya hasil uji post hoc dunn menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penurunan kadar kromium antara kelompok kontrol dengan tanaman kayu apu, dan kelompok kontrol dengan eceng gondok serta kelompok kayu apu dengan kiambang dengan p ≤ 0,05. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar penerapan fitoremediasi sebagai pengolahan awal limbah cair penyamakan kulit. Peneliti selajutnya disarankan untuk mengkaji variasi pengenceran dan peningkatan biomassa tanaman serta penanganan tanaman pasca fitoremediasi.
Kata kunci : fitoremediasi, kromium, tanaman air, limbah penyamakan kulit
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 07:05 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 07:05 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/5621 |
