MUSTIKA, DWI (2025) PEMANFAATAN RUANG PUBLIK DI KOTA BOGOR TAHUN 1908-1950. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (43kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (4MB)
3. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH.pdf
Download (3MB)
4. LEMBAR PENGUJI.pdf
Download (4MB)
5. ABSTRAK.pdf
Download (110kB)
6. KATA PENGANTAR.pdf
Download (69kB)
7. UCAPAN TERIMA KASIH.pdf
Download (7kB)
8. DAFTAR ISI.pdf
Download (95kB)
9. BAB I.pdf
Download (222kB)
10. BAB II.pdf
Download (251kB)
11. BAB III.pdf
Download (1MB)
12. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (282kB)
13. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (43kB)
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (184kB)
15. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
16. DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (53kB)
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan ruang publik di Kota Bogor selama periode kolonial Belanda dari tahun 1908 hingga 1950. Pada periode ini, pemerintah kolonial mulai mengembangkan Bogor sebagai pusat penelitian ilmiah, pertanian, dan administrasi. Pembangunan Kebun Raya Bogor (S’Lands Plantentuin) pada tahun 1817, stasiun kereta api (1881), seperti Bilbiliotheca Bogoriensis (Perpustakaan Pusat), Societiet (Balai kota bogor), Resident te Buitenzorg, van Imhoff Plein, Wilhelmina Park (Alun-alun), Kantor Pos, Bioskop, Jalan Raya dan Sarana Ibadah juga berperan sebagai ruang publik untuk aktivitas sosial dan administrasi. Ruang publik yang diteliti dalam penelitian ini mencakup fasilitas-fasilitas yang berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial dan interaksi publik, sesuai dengan konsep bangunan sebagai konstruksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, meliputi tahap heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan analisis arsip kolonial, dengan memanfaatkan instrumen penelitian seperti catatan sejarah, arsip pemerintah kolonial, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang publik pada masa kolonial bersifat eksklusif dan dikendalikan oleh kebijakan segregatif yang membatasi akses masyarakat pribumi. Fungsi ruang publik pada masa ini lebih banyak diarahkan untuk menunjang kekuasaan kolonial dan memperkuat modernisasi bergaya Eropa. Namun, memasuki masa pendudukan Jepang dan pasca kemerdekaan, terjadi perubahan fungsi ruang publik secara signifikan. Ruang-ruang tersebut mulai dimanfaatkan oleh masyarakat pribumi sebagai sarana interaksi sosial yang lebih inklusif, tempat berkumpul, menyampaikan aspirasi politik, hingga ruang rekreasi masyarakat umum. Transformasi ini menjadi bukti bahwa ruang publik tidak hanya mencerminkan struktur fisik perkotaan, tetapi juga mencerminkan perubahan sosial, politik, dan budaya dalam masyarakat.
Kata Kunci: Ruang Publik, Pemanfaatan, Kota Bogor.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 01:33 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 01:33 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/5594 |
