ABDULAH, DEDE HARIS (2025) ANALISIS RISIKO PRODUKSI PEMBENIHAN IKAN NILA (Oreochromis Niloticus) DI KECAMATAN SUKARATU. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. Cover-1.pdf
Download (32kB)
2. Pernyataan Bebas Plagiat.pdf
Download (274kB)
3. Lembar Pengesahan.pdf
Download (354kB)
4. Kata Pengantar.pdf
Download (114kB)
5. Abstrak-1.pdf
Download (9kB)
7. Abstract.pdf
Download (8kB)
8. Daftar Isi.pdf
Download (25kB)
9. Daftar Tabel.pdf
Download (14kB)
10. Daftar Gambar.pdf
Download (6kB)
11. Daftar Lampiran.pdf
Download (9kB)
BAB 1.pdf
Download (75kB)
Bab 2-1.pdf
Download (183kB)
Bab 3-1.pdf
Download (191kB)
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (19kB)
Bab 5-1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Bab 6.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9kB)
Daftar Pustaka-1.pdf
Download (145kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Riwayat Hidup.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16kB)
Abstract
Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas air tawar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tingginya tingkat konsumsi ikan nila berbanding terbalik dengan tingkat ketersediaannya, kejadian tersebut disebabkan karena tingginya risiko dalam budidaya ikan nila terutama pada tahap pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko produksi pembenihan ikan nila (Oreochromis niloticus) di Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah survei dengan data primer hasil dari wawancara dengan 6 pembudidaya pembenihan ikan nila di Kecamatan Sukaratu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan House of Risk (HOR). House of Risk (HOR) Fase satu untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko serta mendapatkan tingkatan sumber risiko dan House of Risk (HOR) Fase dua untuk mengetahui strategi penanganan risiko. Hasil penelitian menunjukan HOR Fase satu menghasilkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP) dan terdapat 10 sumber risiko prioritas dari 18 sumber risiko yaitu terjadinya pencemaran air, drainase kolam tidak diperhatikan, sanitasi kolam yang buruk di awal persiapan kolam, indukan terserang penyakit, teknik adaptasi ikan yang kurang baik, proses pemindahan indukan tidak tepat, tidak ada pengawasan pada kolam benih, indukan belum matang, tidak dilakukan pengecekan kolam indukan secara berkala dan kedalam kolam kurang dari 70 cm. Hasil House of Risk (HOR) Fase dua menghasilkan nilai Effectiveness of Difficult (ETD) yang menunjukan terdapat 5 strategi penanganan prioritas dari 10 strategi penanganan risiko yaitu membuat sistem pembuangan air kolam bagian bawah (drainase bawah), membuat jadwal pengecekan kolam indukan secara rutin, pembersihan lumpur dan pengeringan kolam secara total, membuat bak filter penampungan air dan adanya penggunaan scoop net untuk memindahkan indukan.
Kata Kunci: pembenihan ikan nila, risiko produksi ikan nila, House of Risk (HOR) ikan nila.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agribisnis |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 03:51 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 03:51 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/5321 |
