ADDIEN, LIA MUFLIHATUN (2023) PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PADA PENGGUNAAN BEKISTING KONVENSIONAL, SEMI SISTEM, DAN SISTEM PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG GIZI RSUD CIAWI KABUPATEN BOGOR TUGAS AKHIR Disusun sebagai Syarat untuk menempuh Ujian Sarjana pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (314kB)
2 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (162kB)
3 LEMBAR KEASLIAN.pdf
Download (192kB)
4 KATA PENGANTAR.pdf
Download (287kB)
5 ABSTRAK1.pdf
Download (217kB)
6 ABSTRAK2.pdf
Download (395kB)
7 DAFRAT ISI.pdf
Download (505kB)
8 DAFTAR TABEL.pdf
Download (395kB)
9 DAFTAR TABEL.pdf
Download (503kB)
10 BAB I.pdf
Download (402kB)
11 BAB II.pdf
Download (1MB)
12 BAB III.pdf
Download (980kB)
13 BAB IV .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
14 BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (369kB)
15 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (326kB)
16 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
ABSTRAK Proyek Gedung Gizi RSUD Ciawi Kabupaten Bogor merupakan proyek untuk memfasilitasi pasien COVID-19 karena hal itu membutuhkan keefisienan biaya dan waktu, Oleh karena itu pemilihan jenis bekisting merupakan salah satu keputusan yang penting pada sebuah proyek bangunan bertingkat karena mampengaruhi biaya, waktu pekerjaan, dan kualitas kontruksi. Metode bekisting yang dipakai pada Proyek Gedung Gizi RSUD Ciawi Kabupaten Bogor adalah bekisting konvensional. Bekisting konvensional sendiri adalah bekisting yang setiap kali setelah dilepas dan dibongkar menjadi bagian-bagian dasar, dapat disusun kembali menjadi sebuah bentuk lain. Material penyusun terdiri dari kayu, pelat, sedangkan konstruksi penopangnya disusun dari balok. Melihat dari berbagai kekurangan metode bekisting konvensional dan faktor lain tersebut maka direncanakanlah dua metode bekisting semi sistem dan sistem. Bekisting semi sistem merupakan bekisting yang bahan dasar nya disesuaikan dengan konstruksi beton, sehingga pengulangannya dapat dilakukan lebih banyak apabila konstruksi beton itu sendiri tidak terjadi perubahan bentuk maupun ukuran, sedangkan bekisting sistem komponen-komponen yang terbuat dari baja. Durasi waktu berupa pemasangan dan pembongkaran bekisting dengan mecari durasi setiap zona pada kolom. Penelitian ini membandingkan biaya, durasi waktu dan upah pekerja metode bekisting konvensional, semi sistem dan sistem. Hasil yang diperoleh dari analisis berupa biaya yang di keluarkan untuk setiap jenis bekisting yaitu, biaya bekisting konvensional Rp. 1.559.580,001 bekisting semi sistem Rp. 1.510.695,48 dan bekisting sistem Rp. 2.495.906,42. Upah pekerja pada bekisting konvensional selama 34 hari adalah Rp. 5.024.152,80, bekisting semi sistem sebesar Rp. 4.580.845,20 selama 31 hari dan bekisting sistem sebesar Rp. 3.210.841,00. selama 29,725 hari. Jenis metode bekisting yang dipilih setelah peninjauan dan analisis pada bekisting lantai dua untuk melanjutkan pembangunan Gedung Gizi RSUD Ciawi adalah metode jenis bekisting sistem.
Kata Kunci: Bekisting, Biaya, Upah, Proyek, Waktu.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | user1 user1 user1 |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 01:18 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 01:18 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4867 |
