Nugraha, Asep Luzni Adi (2025) PENGARUH PERSEPSI DAN MOTIVASI PETANI TERHADAP PENERAPAN GOOD AGRICULTURE PRACTICE (GAP) DALAM BUDIDAYA MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DI KABUPATEN TASIKMALAYA. Masters thesis, Universitas Siliwangi.
1. Cover.pdf
Download (38kB)
2. Lembar Pengesahan.pdf
Download (283kB)
3. Lembar Pernyataan.pdf
Download (260kB)
4. Abstrak.pdf
Download (8kB)
5. Abstract.pdf
Download (85kB)
6. Kata Pengantar.pdf
Download (53kB)
7. Daftar Isi.pdf
Download (18kB)
8. Daftar Tabel.pdf
Download (12kB)
9. Daftar Gambar.pdf
Download (5kB)
10. Daftar Lampiran.pdf
Download (5kB)
11. Lembar Persetujuan Hasil Perbaikan.pdf
Download (296kB)
12. BAB I.pdf
Download (113kB)
13. BAB II.pdf
Download (146kB)
14. BAB III.pdf
Download (284kB)
15. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (85kB)
16. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (258kB)
17. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16kB)
18. DAFTAR PUSAKA.pdf
Download (97kB)
19. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (843kB)
20. RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (36kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi dan motivasi petani terhadap penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya manggis di Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya. GAP merupakan pedoman penting untuk menjamin mutu, keamanan, dan keberlanjutan produksi hortikultura, namun tingkat penerapannya di kalangan petani masih beragam. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap 60 petani manggis yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan regresi logistik biner untuk menguji pengaruh persepsi dan motivasi terhadap peluang penerapan GAP pada tiga kategori (wajib, sangat dianjurkan, dan anjuran), serta secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi dan motivasi petani berada pada kategori sedang dengan kecenderungan positif. Penerapan GAP belum sepenuhnya optimal, terutama pada indikator yang bersifat anjuran. Hasil analisis regresi logistik biner memperlihatkan bahwa persepsi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap penerapan GAP secara keseluruhan (p < 0,05), dengan nilai Nagelkerke R² sebesar 0,252 dan tingkat akurasi klasifikasi sebesar 69,7 persen. Peningkatan satu unit persepsi dan motivasi masing-masing meningkatkan peluang penerapan GAP sebesar 9,7 persen dan 12 persen. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan GAP sangat dipengaruhi oleh faktor internal petani, terutama pemahaman terhadap manfaat GAP dan dorongan untuk memperbaiki mutu produksi. Oleh karena itu, strategi peningkatan penerapan GAP perlu difokuskan pada penguatan persepsi melalui edukasi lapangan dan pemberian insentif berbasis kinerja untuk meningkatkan motivasi petani.
Kata kunci: persepsi, motivasi, penerapan GAP, regresi logistik biner, manggis, Puspahiang
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 Agribisnis |
| Depositing User: | dewi dewi dewi |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 02:18 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 02:18 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4785 |
