Andriyana, Andriyana (2025) EFEK EKSTRAK REBUNG BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SAMBUNG PUCUK PADA BERBAGAI VARIETAS ALPUKAT (Persea americana Mill ). Masters thesis, Universitas Siliwangi.
1. Cover.pdf
Download (217kB)
2. Pengesahan.pdf
Download (72kB)
3. Pernyataan Bebas Plagiat.pdf
Download (52kB)
4. Abstrak.pdf
Download (224kB)
5. Abstract.pdf
Download (222kB)
6. Kata Pengantar.pdf
Download (100kB)
7. Daftar Isi.pdf
Download (636kB)
8. Daftar Tabel.pdf
Download (221kB)
9. Daftar Gambar.pdf
Download (269kB)
10. Daftar Lampiran.pdf
Download (216kB)
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf
Download (333kB)
12. BAB II TINJUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS.pdf
Download (690kB)
13. BAB III METODE PENELITIAN.pdf
Download (436kB)
14. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (435kB)
15. BAB V SIMPULAN DAN SARAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (269kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (260kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract
Alpukat (Persea Americana Mil.) merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Tersedianya bibit alpukat bermutu dalam jumlah banyak, waktu singkat dan harga terjangkau merupakan langkah awal dan faktor penting dalam menunjang keberhasilan budidaya alpukat. Sambung pucuk (grafting) merupakan kegiatan untuk menggabungkan dua atau lebih sifat unggul dalam satu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh interaksi penggunan ekstrak rebung bambu betung (Dendrocalamus asper) terhadap pertumbuhan bibit hasil sambung pucuk berbagai varietas alpukat. Penelitian dilaksanakan di Desa Parungponteng Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikamalaya dengan ketinggian tempat 300 m dpl dan di Labolatorium UNSIL Tasikmalaya, penelitian ini berlangung selama 4 bulan mulai bulan Agustus sampai dengan bulan November 2024. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial terdiri 2 faktor dengan 4 kali ulangan, Faktor pertama adalah varietas alpukat (V): v1 :Varietas Miki, v2 Varietas Kendil, v3 :Varietas Cuba, v4 : Varietas SAB 034 Faktor kedua adalah konsentrasi Ekstrak Rebung Bambu Betung (R) yakni : r0 : 0 ml/liter air (kontrol), r1 :10 ml/liter air, r2 : 20 ml/liter air , r3 : 30 ml/ liter air. Data hasil pengamatan kemudian diolah menggunakan analisis statistik, kemudian disusun dalam daftar sidik ragam untuk mengetahui taraf nyata dari uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan jenis varietas alpukat dan konsentrasi ekstrak rebung bambu betung (Dendrocalamus asper) pada semua pengamatan, ekstrak rebung bambu betung (Dendrocalamus asper) dengan konsentrasi 30 ml/liter memberikan pengaruh yang terbaik, yang ditunjukan oleh pengaruh yang nyata terhadap diameter batang sambung pucuk alpukat pada semua umur pengamatan. Varietas miki menampilkan pertumbuhan terbaik dengan waktu muncul tunas rata-rata 23.40 Hari Setelah Penyambungan (HSP), jumlah helai daun rata-rata 25,94 helai daun, tinggi tunas rata-rata 20,16 cm dan diameter batang 7,89 mm.
Kata kunci : Sambung pucuk, Ekstrak Rebung bambu betung (Dendrocalamus asper), Varietas Alpukat (Persea Americana Mil.)
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 Agroteknologi |
| Depositing User: | dewi dewi dewi |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 06:55 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 06:55 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4728 |
