COLLABORATIVE GOVERNANCE KOTA TASIKMALAYA DALAM MENANGANI PERMASALAHAN BANJIR

TRIANA, MUHAMMAD ARDHANI (2024) COLLABORATIVE GOVERNANCE KOTA TASIKMALAYA DALAM MENANGANI PERMASALAHAN BANJIR. Other thesis, Universitas siliwangi.

[thumbnail of 01 Cover.pdf] Text
01 Cover.pdf

Download (30kB)
[thumbnail of 02 Lembar Pengesahan.pdf] Text
02 Lembar Pengesahan.pdf

Download (221kB)
[thumbnail of 03 Pernyataan.pdf] Text
03 Pernyataan.pdf

Download (200kB)
[thumbnail of 04 Abstrak.pdf] Text
04 Abstrak.pdf

Download (9kB)
[thumbnail of 05 Abstract.pdf] Text
05 Abstract.pdf

Download (7kB)
[thumbnail of 06 Kata Pengantar.pdf] Text
06 Kata Pengantar.pdf

Download (220kB)
[thumbnail of 07 Daftar Isi.pdf] Text
07 Daftar Isi.pdf

Download (122kB)
[thumbnail of 08 Daftar Tabel.pdf] Text
08 Daftar Tabel.pdf

Download (5kB)
[thumbnail of 09 Daftar Gambar.pdf] Text
09 Daftar Gambar.pdf

Download (5kB)
[thumbnail of 10 BAB 1.pdf] Text
10 BAB 1.pdf

Download (167kB)
[thumbnail of 11 BAB 2.pdf] Text
11 BAB 2.pdf

Download (129kB)
[thumbnail of 12 BAB 3.pdf] Text
12 BAB 3.pdf

Download (100kB)
[thumbnail of 13 BAB 4.pdf] Text
13 BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (269kB)
[thumbnail of 14 BAB 5.pdf] Text
14 BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (20kB)
[thumbnail of 15 Daftar Pustaka.pdf] Text
15 Daftar Pustaka.pdf

Download (81kB)
[thumbnail of 16 Lampiran.pdf] Text
16 Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (908kB)

Abstract

ABSTRAK Banjir menjadi suatu permasalahan yang cukup marak di daerah perkotaan, disamping padatnya penduduk yang mempengaruhi drainase dan produktivitas sampah yang kurang terstruktur, mengakibatkan banjir bisa terjadi. Hal tersebut terjadi di Kota Tasikmalaya, dimana sampah masih menjadi faktor terjadinya banjir dan curah hujan yang tinggi yang sehingga saluran tidak dapat menampung air tersebut dan sehingga naik ke permukaan yang menyebabkan banjir. Tentu hal tersebut memang sejatinya menjadi tanggung jawab negara yang diwakilkan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya, meskipun demikian konsep governance mencoba mengalihkan bahwa tanggung jawab tersebut itu harus ada peran dari luar pemerintah, yakni masyarakat itu sendiri. Dengan adanya kolaborasi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dan masyarakat menjadikan fokus penelitian ini. Dalam penelitian ini menggunakan teori collaborative governance dari Ansell dan Gesh. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus, dan pada teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara terhadap informan yang dituju, dan dokumentasi. Pada teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling dan snowball, serta pada validitas data menggunakan metode triangulasi sumber. Peneliti menemukan collaborative governance Kota Tasikmalaya dalam penanggulangan banjir terjadi dalam tiga tahapan yakni pra bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana. Starting condition menjadi alasan utama adanya kondisi lapangan kausalitas banjir, sumber daya sebagai modal, keinginan untuk menyelesaikan permasalahan banjir, dan kerja sama sudah lama. Facilitative Leadership yang menjadi pengaruh bersifat flexibel sesuai dengan program atau agenda kolaborasi dijalankan. Institutional Design aturan peraturan daerah dan peraturan wali kota. The Collaborative Process adanya dialog antar pemangku kepentingan, saling percaya, komitmen antar pemangku kepentingan, pemahaman bersama, dan hasil yang jadi alasan. Adanya faktor penghambat yakni budaya, masih dominasi pemerintah kota dan institusi, masih kurangnya anggaran pengelolaan sampah dan birokrasi pusat dan daerah. Kesimpulan bahwasannya kolaborasi pemerintah Kota Tasikmalaya memang masih perlu adanya beberapa pembenahan, mulai dari regulasi yang mengatur, anggaran, dan partisipasi aktif dari masyarakat, sehingga output yang tercapai bisa terjadi dan didapatkan dalam penanggulangan banjir di kota tasikmalaya. Keseriusan Pemerintah Kota Tasikmalaya juga yang mempunyai kapasitas dan sumber daya lebih mampu membentuk kolaborasi secara nyata, jelas, dan ideal, karena permasalahan banjir memang membutuhkan keseriusan.

Kata kunci: Collaborative Governance, Penanganan Banjir, Kota Tasikmalaya

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JC Political theory
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Depositing User: user2 user2 user2
Date Deposited: 27 Jan 2026 01:37
Last Modified: 27 Jan 2026 01:37
URI: https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4646

Actions (login required)

View Item
View Item