Agustina, Lidya (2025) REPRESENTASI BUDAYA PATRIARKI DALAM KEHIDUPAN NYAI DI PRIANGAN TENGAH PADA TAHUN 1900-1942. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1 COVER.pdf
Download (167kB)
2 LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (430kB)
3 LEMBAR PENGUJI.pdf
Download (425kB)
4 KEMBAR PERNYATAAN.pdf
Download (297kB)
5 HALAMAN PRIBADI.pdf
Download (187kB)
6 ABSTRAK.pdf
Download (230kB)
7 KATA PENGANTAR.pdf
Download (137kB)
8 UCAPAN TERIMA KASIH.pdf
Download (214kB)
9 DAFTAR ISI TENEL GAMBAR LAMPIRAN.pdf
Download (280kB)
10 BAB 1.pdf
Download (689kB)
11 BAB 2.pdf
Download (615kB)
12 BAB 3.pdf
Download (401kB)
13 BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (442kB)
14 BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (211kB)
15 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (285kB)
16 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
17 RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (176kB)
Abstract
Penelitian ini membahas budaya patriarki dalam kehidupan nyai di Priangan terutama Priangan tengah dengan ibukota Bandung pada tahun 1900-1942. Praktik pernyaian yang terjadi pada masa kolonial merupakan sistem sosial yang menempatkan perempuan sebagai kaum marginal baik secara ras maupun gender. Hubungan nyai dengan pria Eropa terutama Belanda menggambarkan adanya relasi kekuasaan yang timpang, terlihat dari tidak diakuinya secara status sosial dan tidak ada hukum yang melindungi. Tujuan penelitian ini untuk membahas kehidupan nyai yang diawali dengan mendeskripsikan kondisi umum wilayah Priangan tahun 1900 1942, mencakup aspek geografis administratif, sosial, ekonomi, dan politik kemudian kehidupan nyai di Priangan, dan representasi kehidupan nyai di Priangan tengah tahun 1900-1942 yang meliputi aspek sosial, aspek ekonomi, aspek emosional dan representasi dalam sastra didukung berdasarkan kasus yang terjadi pada nyai Itih dan nyai Anah, lalu novel dengan judul Carios Agan yang ditulis oleh Joehana. Penelitian ini menggunakan metode historis yang meliputi pemilihan topik, mengumpulkan berbagai sumber maupun data sejarah berupa dokumentasi, arsip kolonial seperti surat kabar, majalah dan literatur terkait, verifikasi merupakan kegiatan penelitian yang melakukan kritik eksternal maupun internal terhadap sumber sejarah, interpretasi merupakan langkah setelah melakukan kritik eksternal dan internal sehingga dapat menentukan makna yang saling berkaitan dari sejarah sumber yang diperoleh sehingga memunculkan fakta sejarah, dan tahapan terakhir yaitu historiografi yaitu penulisan karya sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki yang dialami nyai tidak hanya terjadi dalam hubungan pribadi antara nyai dengan pria Eropa terutama Belanda, namun sistem tatanan sosial patriarki kolonial juga membuat mereka berada dalam posisi marginal yang dibatasi oleh kebijakan kolonial maupun nilai-nilai adat Sunda.
Kata kunci: Nyai, Patriarki, Masa Kolonial, Priangan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | dewi dewi dewi |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 06:56 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 06:56 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4599 |
