Husnaeni, Hanifah (2025) KEHIDUPAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT MAJENANG PADA MASA KOLONIAL BELANDA TAHUN 1915-1935. Other thesis, Universitas Siliwangi.
1. COVER.pdf
Download (167kB)
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (329kB)
3. LEMBAR PENGUJI.pdf
Download (197kB)
4. PERNYATAAN.pdf
Download (248kB)
5. ABSTRAK.pdf
Download (319kB)
6. KATA PENGANTAR.pdf
Download (160kB)
7. UCAPAN TERIMAKASIH.pdf
Download (180kB)
8. HALAMAN PRIBADI.pdf
Download (220kB)
9. DAFTAR ISI.pdf
Download (259kB)
10. BAB I.pdf
Download (352kB)
11. BAB II.pdf
Download (438kB)
12. BAB III.pdf
Download (374kB)
13. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (596kB)
14. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (156kB)
15.DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (237kB)
16. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (787kB)
17. RIWAYAT HIDUP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (179kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Majenang pada masa kolonial Belanda tahun 1915–1935, dengan fokus pada dampak kebijakan politik etis dan ekonomi liberal terhadap masyarakat lokal. Permasalahan utama adalah bagaimana dinamika sosial dan aktivitas ekonomi Majenang berkembang di tengah kebijakan kolonial yang eksploitatif namun juga membawa modernisasi infrastruktur. Metode yang digunakan adalah sejarah dengan tahapan pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majenang mengalami perkembangan ekonomi signifikan dengan hadirnya infrastruktur modern seperti pabrik gula, gudang kopi, jalur trem, jalan raya, serta fasilitas kesehatan dan komunikasi. Pabrik gula menjadi pusat industri penting yang mendorong produktivitas dan distribusi tebu, kopi, dan beras. Perdagangan meningkat melalui pelabuhan Cilacap yang didukung transportasi darat yang efisien. Secara sosial, muncul elite pribumi baru dengan akses pendidikan dan ekonomi, walau sebagian besar masyarakat tetap marginal. Kesadaran akan pentingnya pendidikan dan layanan kesehatan mulai tumbuh. Namun, kesenjangan sosial tetap terjadi akibat dominasi kolonial dan akses terbatas terhadap sumber daya. Penelitian ini menegaskan paradoks pembangunan kolonial: membawa kemajuan namun memperkuat ketimpangan, serta memperkaya historiografi lokal dan pemahaman kolonialisme di daerah agraris seperti Majenang.
Kata Kunci: Majenang, kolonial Belanda, sosial-ekonomi, politik etis, infrastruktur kolonial, historiografi lokal.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah |
| Depositing User: | dewi dewi dewi |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 02:22 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 02:22 |
| URI: | https://repositori.unsil.ac.id/id/eprint/4556 |
